Dampak Investasi Modal Asing Langsung (Foreign Direct Investment) terhadap Stabilitas Perbankan: Studi Komparatif antara Bank Konvensional dan Bank Syariah di Indonesia
Dhina Prasetya Wardhani, I Wayan Nuka Lantara, M.Si, Ph.D.
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Tujuan: Penelitian ini menganalisis perkembangan
stabilitas perbankan berdasarkan indikator Z-Score serta menelaah
pengaruh investasi modal asing langsung terhadap stabilitas perbankan pada
negara yang menerapkan sistem perbankan ganda.
Desain Penelitian: Analisis mencakup bank umum
konvensional dan bank umum syariah di Indonesia selama periode 2011 – 2024.
Analisis pengaruh investasi modal asing langsung terhadap stabilitas perbankan
menggunakan model panel statis dengan estimasi Least Square (LS) dan
panel dinamis dengan estimasi Generalized Method of Moments (GMM).
Temuan: Penelitian menunjukkan pengaruh investasi
modal asing langsung yang signifikan terhadap stabilitas perbankan secara
nasional dengan arah yang negatif. Dalam konteks sistem perbankan ganda,
perbedaan jenis kelompok bank terbukti memengaruhi stabilitas perbankan.
Karakteristik pada kelompok bank syariah lebih resisten terhadap volatilitas
atau risiko yang dibawa oleh investasi modal asing langsung dibandingkan
kelompok bank konvensional, meskipun efek totalnya masih menekan stabilitas.
Kebaruan: Penelitian ini memperluas wawasan mengenai
dampak investasi modal asing langsung terhadap stabilitas perbankan khususnya
di negara yang menerapkan sistem perbankan ganda, dengan menyediakan
perbandingan pada setiap jenis kelompok bank.
Implikasi praktis bagi perbankan dan regulator: Penting
bagi industri perbankan memitigasi dampak peningkatan investasi modal asing
langsung, terutama pada jenis kelompok bank konvensional yang terkoneksi dengan
sistem keuangan gobal. Pemerintah dan otoritas pengawasan perbankan perlu
merancang kebijakan yang memastikan masuknya investasi asing sejalan dengan
upaya penguatan stabilitas sektor perbankan
Purpose: This study examines the development of banking
stability based on the Z-Score indicator and examines the effect of foreign
direct investment on banking stability in countries that implement a dual
banking system.
Design/methodology/approach: The
analysis covers conventional banks and Islamic commercial banks in Indonesia
during the period 2011–2024. The analysis of the impact of foreign direct
investment on banking stability uses a static panel model with Least Square
(LS) estimation and a dynamic panel with Generalized Method of Moments (GMM)
estimation.
Findings: This study demonstrated a significant
negative impact of foreign direct investment on national banking stability. In
the context of a dual banking system, differences between types of banks have
been shown to affect banking stability. Furthermore, the characteristics of
Islamic bank groups are more resistant to the volatility or risk brought by
foreign direct investment compared to conventional bank groups, although the
overall effect still depresses stability.
Novelty: This study broadens our understanding of the
impact of foreign direct investment on banking stability, particularly in
countries with dual banking systems, by providing comparisons between each type
of bank group.
Practical Implications: The banking industry should have risk
mitigation measures in place to address the impact of increased foreign direct
investment. Particularly conventional banks that are connected to the global
financial system. The government and banking supervisory authorities should
design and establish a policy mix that ensures the inflow of foreign investment
is in line with efforts to strengthen the stability of the banking sector.
Kata Kunci : Investasi Modal Asing Langsung (Foreign Direct Investment), Stabilitas Perbankan (Banking Stability), Sistem Perbankan Ganda (Dual Banking System), Bank Umum Konvensional (Conventional Banks), Bank Umum Syariah (Islamic Banks).