Laporkan Masalah

PERANCANGAN DAN ANALISA KEKUATAN SISTEM PERPIPAAN BAWAH TANAH (STUDI KASUS JALUR PERPIPAAN LAPANGAN BENTAYAN)

Sarra Nanda Pratama, Dr. Ir. Subarmono, MT., PE

2013 | Skripsi | S1 TEKNIK MESIN

Tugas akhir ini mengangkat materi perancangan dan analisis kekuatan sistem perpipaan bawah tanah jalur perpipaan export-import Lapangan Bentayan, Field Ramba Pertamina EP Jambi. Panjang jalur perpipaan ini adalah 14,4 km dengan melewati sungai, rawa dan perhutanan. Sistem perpipaan yang baik untuk menghubungkan antar plant adalah pipeline. Sistem pipeline dirancang berdasarkan standar dan Code yang ada yaitu ASME B31.4 tentang liquid transportation. Perancangan perpipaan meliputi perancangan jalur perpipaan, komponen perpipaan, penempatan lokasi penumpu pipa, penempatan anchor block. Pipa yang akan dirancang adalah pipa dengan diameter 8” dengan schedule 40 (STD) dan kedalaman penanaman pipa 2 meter di bawah tanah. Material yang digunakan adalah API 5L grade B dengan tegangan maksimum 174 MPa, dioperasikan dengan temperatur 35 oC dan tekanan operasi 7 bar. Pipa beroperasi dengan spesifikasi tersebut dan akan dilakukan analisa tegangan berdasarkan standar yang berlaku. Tegangan yang terjadi pada sistem perpipaan akan menentukan posisi dan jenis penumpu pipa. Perhitungan tegangan dan simulasi pembebanan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak CAESAR II versi 5.10. Simulasi pembebanan yang dilakukan adalah beban sustain, ekspansi termal dan occasional gempa. Kriteria keamanan suatu sistem perpipaan adalah jika pada saat simulasi pembebanan dihasilkan tegangan dan perpindahan posisi yang lebih kecil dari batas yang diijinkan Code. Berdasarkan tegangan yang dihasilkan simulasi pembebanan, penumpu pipa akan ditempatkan pada titik kritis timbulnya tegangan. Penumpu pipa dirancang untuk mampu menahan beban berat, gempa dan defleksi yang terjadi pada sistem perpipaan. Dari hasil simulasi pembebanan pada sistem perpipaan, akan dilakukan variasi ukuran pipa, kedalaman pipa dan ukuran berdasarkan kedalaman pipa. Dimana kondisi operasi sistem perpipaan seperti tekanan dan temperatur operasinya tetap dijaga sama saat kondisi operasi. Kecenderungan tegangan yang terjadi pada sistem perpipaan terlihat saat ukuran dan kedalaman pipa bertambah. Sedangkan perpindahan posisi akan bertambah seiring dengan membesarnya diameter pipa yang digunakan. Kata kunci : Sistem Perpipaan, ASME B31.4, Peranc

Kata Kunci : Sistem Perpipaan, ASME B31.4, Perancangan Pipa, Analisis Tegangan Pipa.

  1. S1-FTK-2013-Sarra_Nanda_Pratama-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2013-Sarra_Nanda_Pratama-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2013-Sarra_Nanda_Pratama-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2013-Sarra_Nanda_Pratama-title.pdf