Laporkan Masalah

Refleksi Deep Ecology Arne Naess Terhadap Aktivitas Penambangan Batu Andesit Di Desa Wadas Sebuah Kajian Filosofis Terhadap Hak Asasi Alam

Lady Laduni Sayekti, Dr. Ridwan Ahmad Sukri

2026 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat

…………………………………………………………………………….100

……Tesis ini berjudul Refleksi Deep Ecology Arne Naess Terhadap Aktivitas Penambangan Batu Andesit Di Desa Wadas Sebuah Kajian Filosofis Terhadap Hak Asasi Alam. Penelitian ini memfokuskan pada masalah aktivitas penambangan batu andesit di Kabupaten Purworejo yang melanggar peraturan perundang-undangan dan berdampak negatif pada lingkungan serta menimbulkan konflik sosial. Penelitian ini akan mengkaji lebih lanjut melalui pendekatan etika lingkungan dan hak asasi alam untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam yang tepat guna, menjaga fungsi lingkungan hidup, dan mencegah kerusakan lingkungan yang mengganggu keseimbangan ekosistem.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara kritis aktivitas penambangan batu andesit di Kabupaten Purworejo Desa Wadas berdasarkan perspektif etika lingkungan ekosentrisme dan hak asasi alam. Penelitian ini merupakan penelitian bersifat deskriptif-kualitatif dengan menggunakan studi pustaka dan ditunjang dengan wawancara serta observasi. Penelitian ini diawali dengan persiapan, observasi keadaan lapangan, wawancara, inventarisasi data, klasifikasi, analisis sintesis, dan evaluasi kritis. Metode analisis yang digunakan adalah metode dengan unsur metodis sebagai berikut: 1) deskripsi; 2) interpretasi; dan 3) refleksi kritis.

Hasil dari penelitian ini menyimpulkan hal-hal berikut: Pertama, pentingnya etika lingkungan dan hak asasi alam agar manusia memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Hak asasi alam meliputi hak-hak yang dimiliki oleh komunitas biotik (makhluk hidup) dan komunitas abiotik (komponen non-hidup dalam ekosistem). Komunitas biotik memiliki hak atas kehidupan, kebebasan, dan hak kepemilikan, sementara komunitas abiotik juga memiliki hak asasi alam karena pentingnya integritas lingkungan bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Kedua, aktivitas penambangan batu andesit di Kabupaten PurworejoDesa Wadas tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yang berakibat pada kerusakan lingkungan dan konflik sosial. Untuk menjaga hak asasi alam, pengelolaan sumber daya batu andesit harus dilakukan sesuai dengan peraturan undang-undang yang mengatur pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif;} </style> <![endif]-->

This thesis is entitled The Reflection of Arne Naess’s Deep Ecology on Andesite Stone Mining Activities in Wadas Village: A Philosophical Study on the Rights of Nature. This study examines andesite stone mining activities in Wadas Village, Purworejo Regency, which are considered to violate statutory regulations and have caused negative environmental impacts as well as social conflicts within the local community. This research employs an environmental ethics perspective, particularly Arne Naess’s deep ecology approach, along with the concept of the rights of nature, to analyze the relationship between humans and nature in the management of natural resources.

The objective of this study is to critically analyze andesite stone mining activities in Wadas Village from the perspective of ecocentric environmental ethics and the rights of nature. This research adopts a descriptive qualitative method, utilizing library research supported by interviews and field observations. The research stages include preparation, field observation, interviews, data inventory and classification, synthesis analysis, and critical evaluation. The analytical method consists of three stages: description, interpretation, and critical reflection.

The findings indicate that the application of environmental ethics and the recognition of the rights of nature are essential in fostering human awareness and responsibility toward maintaining environmental balance. The rights of nature encompass the rights of both biotic and abiotic communities, which play a crucial role in preserving ecosystem integrity and sustainability. Furthermore, andesite stone mining activities in Wadas Village are found to be inconsistent with existing statutory regulations, resulting in environmental degradation and social conflict. Therefore, the management of andesite stone resources must be conducted in accordance with environmental ethics principles and applicable legal regulations to ensure the protection of the rights of nature.

Kata Kunci : Environmental Ethics, Rights of Nature, Andesite Stone Mining, Etika, Hak Asasi Alam, Penambangan Batu Andesit

  1. S2-2026-510168-abstract.pdf  
  2. S2-2026-510168-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-510168-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-510168-title.pdf