Optimasi YoloV8 untuk Segmentasi Jenis Perkerasan Jalan Melalui Pengurangan Parameter Menggunakan Ghostconv dan C3Ghost
Edy Pratamajaya, Dr.techn. Aufaclav Zatu Kusuma Frisky, S.Si., M.Sc.
2026 | Tesis | MAGISTER KECERDASAN ARTIFISIAL
Model YOLOv8 dikenal memiliki performa unggul
dalam tugas segmentasi instance, khususnya pada aspek akurasi. Namun,
penggunaan lapisan konvolusional standar menyebabkan tingginya kompleksitas
komputasi, sehingga kurang ideal untuk perangkat dengan keterbatasan sumber
daya. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan modifikasi arsitektur dengan
mengganti sebagian lapisan konvolusional menggunakan GhostConv dan C3Ghost,
yang menghasilkan model baru bernama YOLO-GhostConv+C3Ghost. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
dan membandingkan performa YOLOv8 dan YOLO-GhostConv+C3Ghost dari segi akurasi
segmentasi, efisiensi komputasi, serta kecepatan inferensi.
Berdasarkan hasil pengujian, konfigurasi terbaik YOLOv8
(menggunakan AdamW, learning rate 0.001) mencatat precision
hingga 0,976 dan mAP-50 sebesar 0,957 untuk prediksi box, serta precision
0,976 dan mAP-50 0,954 untuk prediksi mask. Sementara itu, YOLO-GhostConv+C3Ghost pada konfigurasi terbaiknya (Adam, learning rate
0.005) mencatat precision box tertinggi 0,988 dan mAP-50 0,958, serta precision
mask 0,988 dan mAP-50 0,959. Namun, YOLO-GhostConv+C3Ghost memiliki
keunggulan lebih menonjol dalam efisiensi, dengan waktu inferensi rata-rata
sebesar 3,4–4,2 ms dan waktu pascapemrosesan 5,1–7,6 ms, dibandingkan YOLOv8
yang memiliki waktu inferensi 3,5–4,2 ms dan pascapemrosesan 4,4–6,0 ms. Model YOLO-GhostConv+C3Ghost juga menunjukkan waktu pra-pemrosesan lebih singkat pada
beberapa konfigurasi, yakni hingga 0,3–0,8 ms.
Eksperimen juga menunjukkan bahwa penggunaan optimizer
AdamW memberikan stabilitas pelatihan yang lebih baik dibandingkan Adam,
meskipun Adam dapat meningkatkan precision dengan potensi penurunan
recall. Penggunaan learning rate sebesar 0,005 menghasilkan kinerja
optimal pada konfigurasi tertentu, namun cenderung memperlambat waktu inferensi
pada beberapa kasus.
Dengan demikian, integrasi GhostConv dan C3Ghost
pada YOLO-Ghost terbukti dapat meningkatkan efisiensi komputasi tanpa
mengorbankan akurasi secara signifikan. YOLO-Ghost direkomendasikan
untuk implementasi pada perangkat dengan keterbatasan daya komputasi, sementara
YOLOv8 tetap menjadi pilihan utama pada aplikasi yang membutuhkan
akurasi dan presisi tinggi secara konsisten.
Kata Kunci : YOLOv8, YOLO-Ghost, segmentasi instance, efisiensi komputasi, kecepatan inferensi, GhostConv, C3Ghost, mAP, FPS, FLOPs.