Laporkan Masalah

Knowledge, Attitudes, and Willingness to Accept Herpes Zoster Vaccination among the Adult Population in Jakarta Barat, Indonesia

Chelsea Angelica, Dr. apt. Niken Nur Widyakusuma, M.Sc.; Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, M.Kes

2026 | Skripsi | FARMASI

Herpes zoster adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan morbiditas signifikan pada orang dewasa, terutama pada populasi lanjut usia. Meskipun vaksin yang efektif tersedia, cakupan vaksinasi masih rendah di banyak wilayah perkotaan, termasuk Jakarta Barat. Memahami faktor-faktor yang memengaruhi kesadaran, sikap, dan kesediaan untuk menerima vaksin herpes zoster sangat penting dalam mengembangkan strategi kesehatan masyarakat yang terarah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara karakteristik sosiodemografis, pengetahuan, sikap, dan kesediaan untuk menerima vaksin herpes zoster pada orang dewasa yang sebelumnya belum divaksinasi.

Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 106 responden dewasa di Jakarta Barat. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang menilai karakteristik sosiodemografis (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan), pengetahuan mengenai herpes zoster dan vaksinasi, sikap terhadap penyakit dan tindakan pencegahan, serta kesediaan untuk menerima vaksin. Statistik deskriptif digunakan untuk merangkum karakteristik responden, sementara Uji Chi-square dan Uji Fisher’s Exact digunakan untuk mengidentifikasi hubungan signifikan antarvariabel. Nilai p < 0>

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan merupakan faktor sosiodemografis yang paling berpengaruh, di mana pekerja di sektor kesehatan memiliki tingkat pengetahuan tertinggi dan sikap paling positif terhadap vaksinasi herpes zoster. Pengetahuan dan sikap secara signifikan berhubungan dengan kesediaan untuk divaksinasi (p = 0,0049 dan p = 0,0284), sedangkan usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesediaan. Responden dengan pengetahuan lebih tinggi dan sikap positif cenderung lebih bersedia menerima vaksin, menekankan pentingnya intervensi edukasi dan kampanye peningkatan kesadaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meningkatkan pengetahuan yang akurat, membentuk persepsi positif, dan menargetkan populasi dengan keterbatasan akses informasi kesehatan merupakan strategi penting untuk meningkatkan cakupan vaksin herpes zoster di Jakarta Barat.

Herpes zoster is a viral infection that can cause significant morbidity in adults, especially older populations. Despite the availability of an effective vaccine, coverage remains low in many urban areas, including Jakarta Barat. Understanding the factors that influence awareness, attitudes, and willingness to receive the herpes zoster vaccine is essential for developing targeted public health strategies. This study aimed to examine the associations between sociodemographic characteristics, knowledge, attitudes, and willingness to accept the herpes zoster vaccine among adults who had not previously been vaccinated.

A cross-sectional study was conducted with 106 adult respondents in Jakarta Barat. Data were collected using structured questionnaires assessing sociodemographic characteristics (age, gender, education, occupation), knowledge about herpes zoster and vaccination, attitudes toward the disease and preventive measures, and willingness to accept vaccination. Descriptive statistics summarized respondent characteristics, while Chi-square Test and Fisher’s Exact Test were performed to identify significant associations between variables. A p-value < 0>

The results indicated that occupation was the most influential sociodemographic factor, with health sector workers exhibiting the highest knowledge levels and most positive attitudes toward herpes zoster vaccination. Knowledge and attitudes were significantly associated with willingness to vaccinate (p = 0.0049 and p = 0.0284, respectively), whereas age, gender, and education level did not significantly influence willingness. Respondents with higher knowledge and positive attitudes were more likely to accept vaccination, highlighting the importance of educational interventions and awareness campaigns. The study concludes that promoting accurate knowledge, fostering positive perceptions, and targeting populations with limited exposure to health information are crucial strategies for improving herpes zoster vaccine uptake in Jakarta Barat.

Kata Kunci : herpes zoster, vaccination, knowledge, attitudes, willingness to accept

  1. S1-2026-496761-abstract.pdf  
  2. S1-2026-496761-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-496761-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-496761-title.pdf