Petrofisika dan Penentuan Zona Hidrokarbon pada Zona Massive Main, Formasi Cibulakan Atas, Lapangan "Julian", Sub Cekungan Ardjuna, Cekungan Jawa Barat Utara
SYEIHAN REVY PRABOWO, Ir. Jarot Setyowiyoto, M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng.
2025 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI
Daerah penelitian berada pada
Subcekungan Ardjuna, Cekungan Jawa Barat Utara merupakan salah satu cekungan
sedimentasi di Indonesia yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap
produksi minyak dan gas bumi Indonesia. Penelitian berfokus pada Formasi
Cibulakan Atas interval Massive Main yang mana dikontrol oleh dinamika pasang
surut dan terbentuk di lingkungan laut dangkal. Dominasi pasang surut tersebut
menghasilkan kompleks dan heterogen secara fasies maupun geometri. Penelitian
ini bertujuan untuk menentukan fasies litologi dan lingkungan pengendapan,
serta menentukan zona potensial reservoar berdasarkan penentuan karakteristik
petrofisika reservoar. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data
batuan inti, log sumur dan laporan sumur yang memuat data mudlog, RCAL, XRD,
petrografi, dan biostratigrafi. Analisis fasies dan lingkungan pengendapan
didapatkan dari analisis batuan inti dan disebarkan dengan metode Multi
Resolution Graph-based Clustering (MRGC) pada interval yang tidak memiliki batuan
inti. Metode MRGC tersebut menggunakan log gamma ray, log densitas dan log
neutron. Fasies yang menyusun interval penelitian berupa batulanau (F),
batulanau lenticular (Fl), batulanau sisipan batupasir (Fs), batupasir sisipan
batulanau (Sf), batupasir flaser (Sfl), batupasir (S), batupasir gampingan
(cS), dan batugamping (C) yang membentuk asosiasi fasies tidal shelf ridge pada
sebuah lingkungan lower – upper tidal shoreface. Perhitungan petrofisika
diawali perhitungan volume serpih dengan metode linear menggunakan log gamma
ray. Data porositas total dan efektif dihitung dengan menggunakan log
densitas-neutron dan disesuaikan dengan porositas core. Setelah mendapatkan
volume serpih dan porositas tersebut, saturasi air dihitung dengan metode
Simandoux dan digabung dengan metode Juhasz untuk interval low resistivity.
Pada perhitungan saturasi air menggunakan nilai a, m, dan n sebesar 1, 1.85,
dan 1.85 pada interval Massive dan 1, 1.825, dan 1.825 pada interval Main.
Terdapat lima belas interval reservoar, terdiri dari tujuh interval dengan
fasies batupasir (S), yang memiliki nilai volume serpih 0.12 V/V – 0.31 V/V,
porositas efektif 0.17 V/V – 0.23 V/V dan saturasi air 0.33 V/V – 0.56 V/V;
enam interval dengan fasies batupasir lanauan (Sf), yang memiliki nilai volume
serpih 0.15 V/V – 0.50 V/V, porositas efektif 0.12 V/V – 0.22 V/V, saturasi air
0.38 V/V – 0.63 V/V; dan dua interval dengan fasies batupasir sisipan
batugamping (S sisipan C), yang memiliki nilai volume serpih 0.13 V/V – 0.47
V/V, porositas efektif 0.16 V/V – 0.22 V/V, saturasi air 0.41 V/V – 0.63 V/V.
The study area is located in the
Ardjuna Sub-basin, Northwest Java Basin, which is one of the sedimentary basins
in Indonesia that has contributed significantly to the country’s oil and gas
production. This research focuses on the Upper Cibulakan Formation,
particularly the Massive Main interval, which is controlled by tidal dynamics
and was deposited in a shallow marine environment. The strong tidal influence
created a complex and heterogeneous system in terms of facies and geometry. The
aim of this study is to identify lithofacies and depositional environments, as
well as to determine the potential reservoir zones based on petrophysical
characteristics. The data used in this study include core data, well logs, and
well reports containing mud log, RCAL, XRD, petrography, and biostratigraphic
data. Facies and depositional environment interpretations were obtained from
core analysis and extended to uncored intervals using the Multi Resolution
Graph-based Clustering (MRGC) method. The MRGC analysis incorporated gamma ray,
density, and neutron logs.The identified facies consist of siltstone (F),
lenticular siltstone (Fl), siltstone with sandstone interbeds (Fs), sandstone
with siltstone interbeds (Sf), flaser sandstone (Sfl), sandstone (S),
calcareous sandstone (cS), and limestone (C), forming a tidal shelf ridge
facies association within a lower – upper tidal shoreface environment.
Petrophysical calculations began with shale volume estimation using the linear
gamma-ray method. Total and effective porosity were derived from
density–neutron logs and calibrated with core porosity data. Following the
determination of shale volume and porosity, water saturation was calculated
using the Simandoux method and complemented with the Juhasz approach for
low-resistivity intervals. For water saturation calculations, the a, m, and n
values used were 1, 1.85, and 1.85 for the Massive interval, and 1, 1.825, and
1.825 for the Main interval. Fifteen reservoir intervals were identified,
consisting of seven intervals of sandstone facies (S) with shale volume values
of 0.12 V/V–0.31 V/V, effective porosity of 0.17 V/V–0.23 V/V, and water
saturation of 0.33 V/V–0.56 V/V; six intervals of sandy-siltstone facies (Sf)
with shale volume values of 0.15 V/V–0.50 V/V, effective porosity of 0.12 V/V
0.22 V/V, and water saturation of 0.38 V/V–0.63 V/V; and two intervals of
sandstone with limestone interbeds (S interbeds C), with shale volume values of
0.13 V/V 0.47 V/V, effective porosity of 0.16 V/V–0.22 V/V, and water
saturation of 0.41 V/V 0.63 V/V.
Kata Kunci : Formasi Cibulakan Atas Massive Main, fasies litologi dan lingkungan pengendapan, MRGC, petrofisika, zona potensial hidrokarbon