Laporkan Masalah

Pola persebaran permukiman berdasarkan bentuklahan (Kasus di bentuklahan Marin kabupaten Kulonprogo dan bentuklahan solusional kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta)

Fika Prasty Pratyastuti, Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si.

2009 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini dilaksanakan di sepanjang pesisir Kabupaten Kulon Progo dan Kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, lengan tujuan mempelajari pola persebaran permukiman dan mengetahui faktor yang nempengaruhi pola persebaran permukiman di bentuklahan asal marin dan solusional. Metode yang digunakan adalah survai yang dideskripsikan dengan menggunakan metode comparative perspective, untuk membandingkan pola persebaran permukiman di kedua bentuklahan. Penentuan pola persebaran permukiman pada penelitian ini terdiri dari empat angkah kerja yaitu pertama, membuat peta dasar yang didahului dengan mendeleniasi patas daerah penelitian beserta interpretasi obyek area dan interpretasi penggunaan lahan kedua, memetakan bentuklahan; ketiga, menganalisis kedua bentuklahan menggunakan grafik pola persebaran permukiman pada kedua bentuklahan dideskripsikan dengan nenggunakan comparative perspective. Faktor-faktor yang mempengaruhi dapat liperoleh dengan menggunakan kuisoner. Hasil penelitian pada bentuklahan marin dari perhitungan menggunakan grafik inier yang berarti mempunyai pola persebaran seragam dan pada bentuklahan solusional litunjukkan dengan grafik logarithmic yang berarti mempunyai pola persebaran nengelompok. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa pada bentuklahan narin mempunyai pola persebaran permukiman yang sejajar memanjang mengikuti berkembangan beting gisik dan untuk pola persebaran permukiman di bentuklahan solusional lebih cenderung mengelilingi teras-teras doline. Faktor-faktor yang nempengaruhi pemilihan lokasi untuk permukiman adalah bentuklahan, aksesibilitas mudah, topografi yang relatif landai, kemudahan mendapatkan air, lahan sekitar mampu nenopang kehidupan mereka, dan aman dari bencana. Faktor yang paling mempengaruhi pola persebaran permukiman adalah bentuklahan, karena pada bentuklahan tersebut mempunyai syarat-syarat yang dibutuhkan untuk lokasi permukiman. Pola persebaran permukiman mengikuti perkembangan wadahnya (bentuklahan) tersebut.

This research were conducted along the coast of Kulon Progo District and Panggang Sub District, Gunungkidul District, Province of Yogyakarta Special Region. The aims of research is define the settlement distribution pattern in the marine and solution landforms. Survey method was used in this research, than was described using comparative perspective method in order to compare the differences of settlement distribution pattern on both landforms. The settlement distribution pattern was determined using four work steps, namely: first, constructing base map which was conducted by delineation of study area boundaries as well as object and land use interpretations; second, landform mapping; third analyze those both of landforms using settlement distribution pattern graphic; fourth difining the settlement distribution pattern and description of those two landforms using comparative perspective technique. Factors that influencing the settlement distribution pattern can be deducted from questioner. The results of marine landform analyses which was calculated by nearest neightbour analysis, the linier graphic means that the settlement distribution pattern is homogenous, while solution landform has logsrithmic graphic means the settlement distribution pattern is clustered. The result of field observations indicate that the settlement distribution pattern in the marine landform is a alongation paralelly follow the beach ridge development, while settlement distribution pattern in the solusional landform tend to be around the doline terraces. Factors that influencing the selection of settlement locations are landform, highly accessibility, relatively gently topography, highly water resources supply, the area of surrounding can support the lives and saved of hazard. The most factor influencing the settlement distribution pattern is landform, because landform provide the requirements that needed for select the settlement location. Settlement distribution patterns will follow the landform development patterns respectively.

Kata Kunci : pola persebaran permukiman, bentuklahan,settlement distribution pattern, landform

  1. S1-2009-186890-Abstract.pdf  
  2. S1-2009-186890-Bibliography.pdf  
  3. S1-2009-186890-TableofContent.pdf  
  4. S1-2009-186890-Title.pdf