PENGARUH HEAT TREATMENT T6 VELG KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA PRODUK OEM TERHADAP KARAKTERISTIK PERAMBATAN RETAK FATIK
Muhammad Yusuf Kurniawan, Ir. Priyo Tri Iswanto, S.T. M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng
2013 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINVelg merupakan komponen kendaraan yang akan mengalami beban berulang pada saat digunakan. Beban berulang tersebut dapat menyebabkan kegagalan fatik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hubungan kwantitatif antara pengaruh perlakuan panas T6 dengan variasi suhu artificial aging terhadap karakteristik perambatan retak fatik velg produk OEM (original equipment manufacturer). Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah paduan aluminium velg sepeda motor produk OEM. Specimen uji dibuat berdasarkan ASTM E647, dimana takikan dibuat menggunakan EDM. Penelitian ini menggunakan 4 jenis specimen yaitu satu jenis specimen tanpa mengalami perlakuan panas T6 dan tiga jenis specimen mengalami perlakuan panas T6. Variasi perlakuan panas T6 yang dilakukan yaitu pemanasan specimen pada suhu 5400C dengan waktu tahan selama 4 jam lalu dilanjutkan dengan aging pada suhu 1000C, 1500C, dan 2000C dengan waktu tahan selama 3 jam. Kemudian seluruh specimen diuji dengan uji perambatan retak dengan stress ratio R=0,1. Hasil uji komposisi menunjukkan bahwa velg produk OEM terbuat dari bahan aluminium paduan A356 dengan komposisi utama Al, Si, dan Mg. Hasil uji perambatan retak pada specimen tanpa perlakuan panas dengan R=0,1 menghasilkan angka konstanta Paris C=5E-13 dan n=4,67. Specimen dengan perlakuan panas T6 dengan suhu aging 1000C, 1500C, dan 2000C masing-masing mempunyai harga konstanta Paris yaitu C=4E-13 dan n=4,44, C=1E-13 dan n=4,46, dan C=2E-12 dan n=4,35.
Velg is a component that will experience recurring expense when being used. Recurring expense will cause fatigue. The aim of this study was to obtain the quantitative relationship between the effect of T6 heat treatment with artificial aging temperature variation on the fatigue crack propagation characteristics of the product alloy velg OEM (original equipment manufacturer). The material used in this study was aluminum alloy motorcycle velg OEM products. The specimens were made based on ASTM E647, which the notches were made using EDM. This study uses four types of specimens, one of the specimen without T6 heat treatment process and the others were subjected to T6 heat treatment. Variations T6 heat treatment was conducted at a temperature of 5400C heating specimen with holding time for 4 hours and then continued with aging at temperatures 1000C, 1500C, and 2000C with a holding time of 3 hours. Then the whole specimen tested with crack propagation of stress ratio R = 0.1. The test results show that the alloy composition OEM product was made of aluminum alloy A356 with main composition of Al, Si, and Mg. Crack propagation test results on specimens without heat treatment with R = 0.1 gives the Paris value C=5E-13 and n=4.67. Specimen with T6 heat treatment with aging temperature 1000C, 1500C, and 2000C, respectively Paris has a value of C=4E-13 and n=4.44, C=1E-13 and n=4.46, and C=2E-12 and n=4.35.
Kata Kunci : paduan A356, perlakuan panas T6, aging, perambatan retak fatik