Analisis proyeksi keuangan pada restrukturisasi PT Polytama Propindo untuk mengetahui tingkat kemampuan dalam membayar kembali hutangnya
MIRZA, Prof.Dr. Jogiyanto Hartono, MBA
2005 | Tesis | Magister ManajemenKrisis ekonomi yang melanda perekenomian dunia pada tahun 1997 mempunyai dampak yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia. Krisis ekonomi tersebut mengakibatkan anjloknya mata uang Rupiah terhadap mata uang USD sampai 500% dari nilai sebelumnya, dan menyebabkan hancurnya perekonomian Indonesia saat itu. Bagi dunia industri, krisis ekonomi mengakibatkan industri-industri yang sebagian besar bahan bakunya adalah impor dan mempunyai pinjaman dalam mata uang USD, akan mengalami kerugian yang cukup besar akibat anjloknya mata uang Rupiah tersebut. Beban hutang menjadi semakin besar dan harga bahan baku yang semakin mahal ditambah dengan turunnya daya beli masyarakat mengakibatkan banyak perusahaan yang sulit untuk bertahan hidup. Perusahaan-perusahaan yang mengalami cedera janji (default) akan menghadapi ancaman penyitaan atau bahkan kebangkrutan dari para krediturnya. Salah satu cara untuk mengembalikan kemampuan perusahaan sehingga dapat melunasi semua kewajiban keuangannya dengan baik adalah dengan melakukan restrukturisasi hutang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa apakah restrukturisasi hutang yang dilakukan PT Polytama Propindo dengan cara mendanai kembali hutangnya (refinancing) melalui Bank Mandiri tersebut telah cukup memadai. Sehingga resiko akan kembali mengalami cedera janji di waktu yang akan datang menjadi semakin kecil. Dalam hal ini melakukan analisa sensitivitas guna mendapatkan proyeksi keuangan dengan lebih tepat (proper) sangat diperlukan. Menggunakan asumsi-asumsi yang wajar (reasonable) dalam membuat proyeksi keuangan, dengan berdasarkan informasi kinerja perusahaan di masa lalu serta perubahan kondisi ekonomi pada saat ini adalah merupakan kunci suksesnya suatu proses restrukturisasi.
The economic crisis that happened in 1997 gave a bad impact for The Indonesian economy. Indonesian currency Rupiah has dropped down until 500% to United State Dollar (USD), and causes of the Indonesian economy’s destruction at that time. For the industry in which has a transaction in foreign currency, the economic crisis causes them to get a big potential losses in the future. The company’s debt become bigger and bigger, the raw material’s prices increased sharply than before, and in addition the people’s power purchasing has decreased deeply, that all make the company has difficulties to survive. The company which defaulted to repay their obligations has facing foreclosure and filing bankruptcy form their creditors. One of the options to get back the company’s ability to repay their obligations is to restructure the debt. The purpose of this research is to analyze the debt restructuring process in PT Polytama Propindo through refinancing by Bank Mandiri. Is that the company has restructured their debt properly or not, it will impact to reduce their default risk in the future. This is important to implement sensitivity analysis to get the financial projection properly. Using reasonable assumptions based on past performance and recent economic development is the key success of this restructuring process
Kata Kunci : Manajemen Perusahaan,Restrukturisasi Hutang, cash flow estimation, restructuring, sensitivity analysis, reasonable assumptions