Analisis Pemanfaatan Hak Maternitas dan Fasilitas Kesehatan oleh Karyawan Wanita di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
Shafina Armareta Yasmin, Yayuk Hartriyanti, S.K.M., M.Kes.; Mutiara Tirta Prabandari Lintang Kusuma, S.Gz., MIPH, Dietisien., Ph.D
2026 | Skripsi | GIZI KESEHATAN
Latar belakang: Tenaga kerja wanita merupakan pilar penting roda ekonomi yang memiliki kerentanan khusus dalam isu Kesehatan dan Keselamatan Kerja karena perbedaan fungsi biologis mereka. Permasalahan penting yang dihadapi wanita di tempat kerja meliputi isu kekerasan dan pelecehan, serta kesehatan reproduksi. Penelitian ini dilakukan untuk meninjau intensi pemenuhan dan pemanfaatan hak maternitas di institusi sesuai dengan hukum perundangan terkait, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Tujuan: Menggali intensi dan perilaku penyediaan serta pemanfaatan hak maternitas di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui metode maximum variation sampling kepada informan manajerial fakultas dan karyawan wanita. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, studi dokumen, wawancara mendalam, dan jurnal reflektif. Kepercayaan data didukung dengan proses member-check, peer-debriefing, serta triangulasi sumber dan metode. Hasil: Intensi penyediaan hak maternitas oleh pihak manajerial fakultas ditemukan dengan didukung oleh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang positif. Norma subjektif terbentuk dari pencantuman hak maternitas dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara yang digunakan di institusi dan melalui pengetahuan karyawan atas hak maternitas. Intensi pemanfaatan ditemukan dalam hak cuti melahirkan dan hak pengupahan selama cuti maternitas, dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang positif. Intensi pemanfaatan karyawan atas ruang laktasi tidak ditemukan karena kurangnya persepsi kontrol perilaku dan juga tidak ditemukan untuk hak cuti haid dengan pengaruh variabel sikap. Kesimpulan: Analisis dengan menggunakan Theory of Planned Behavior menunjukkan bahwa institusi memiliki intensi dalam menyediakan hak maternitas utamanya dipengaruhi oleh sikap yang positif. Intensi karyawan wanita dalam memanfaatkan beberapa hak maternitas masih terhambat karena faktor kontrol perilaku dan sikap karyawan.
Background: Women workers are an essential pillar of the economy with particular vulnerabilities within occupational health and safety as a result of their innate biological function. Important issues faced by women workers include workplace violence and harassment, and reproductive health. This study aims to assess the intention and behavior on utilizing and providing maternity rights in the workplace in reference to the Manpower Act Number 13 Year 2003. Objective: This study intends to analyze the intention and behavior of maternity rights utilization and provision in the Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing Universitas Gadjah Mada. Method: The study is a qualitative research utilizing case study approach with maximum variation sampling partaken by women workers and institution managerial informants. Data collection is done through observation, document analysis, in-depth interview, and reflective journal. The reliability of the data collected in the study is ensured by method and source triangulations, member-check, and peer-debriefing. Result: Intention in providing maternity rights is found and supported by sufficient finding of positive attitude, subjective norms, and perceived behavioral control. Subjective norm in the case is built by the mention of maternity rights in National Civil Service Agency Regulation used by the institution and by the knowledge of the women workers. Intention in utilizing maternity rights is found for paid maternity leave, with recognized positive attitude, subjective norms, and perceived behavioral control. Intention for utilizing lactation room is not discovered from the lack of perceived behavioral control. Intention for utilizing menstrual leave is not found present either with influence from the workers’ attitude. Conclusion: Analysis using Theory of Planned Behavior framework shows ample intention in providing maternity rights by the institution influenced significantly by positive attitude. On the other hand, intention on utilizing several maternity rights by the women workers is impaired by inadequate perceived behavioral control and positive attitude.
Kata Kunci : Fasilitas kesehatan, Hak maternitas, Pekerja wanita