Studi Komparasi Disparitas Pendapatan Kabupaten Produsen Tembakau Terbesar di Provinsi Jawa Tengah
Fitria Anisawati, Arini Wahyu Utami, S.P., M.Sc., Ph.D.; Muh Amat Nasir, S.P., M.Sc.
2025 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Tanaman
tembakau merupakan salah satu komoditas unggulan yang terkenal melalui pajak
dan cukai hasil ekspornya. Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu sentra
tembakau dengan beberapa kabupaten produsen tembakau terbesar seperti Kabupaten
Temanggung, Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Grobogan. Penelitian ini bertujuan
untuk (1) membandingkan
disparitas pendapatan kabupaten produsen tembakau dan
(2) mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap disparitas pendapatan
kabupaten produsen tembakau. Penelitian
dilaksanakan dengan metode dasar analisis deskriptif kuantitatif dan analisis
data menggunakan Indeks Williamson. Variabel yang digunakan yaitu PDRB per
kapita, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan jumlah penduduk dengan jenis data
berupa data sekunder time series tahun 2010-2023 yang diperoleh dari BPS. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan disparitas pendapatan yang
signifikan antar kabupaten produsen tembakau terbesar di Provinsi Jawa Tengah
dengan disparitas terendah hingga tertinggi, yaitu Kabupaten
Rembang, Temanggung, dan Grobogan; (2) faktor IPM berpengaruh signifikan
positif terhadap disparitas pendapatan Temanggung dan Rembang, tetapi
berpengaruh signifikan negatif terhadap disparitas pendapatan Grobogan, faktor
PDRB per kapita tidak berpengaruh terhadap disparitas pendapatan Temanggung dan
Rembang, tetapi berpengaruh signifikan negatif terhadap disparitas pendapatan
Grobogan, dan faktor jumlah penduduk berpengaruh signifikan negatif terhadap
disparitas pendapatan Temanggung dan Rembang, tetapi tidak berpengaruh terhadap
disparitas pendapatan Grobogan.
Tobacco is a leading commodity recognized for its export taxes and excise duties. Jawa Tengah Province is major tobacco-producing region, including key regency such as Temanggung Regency, Rembang Regency, and Grobogan Regency. This study aimed to (1) compare income disparities among these tobacco-producing regency and (2) identify the factors that influence income disparities among tobacco-producing regency. The study was conducted using basic quantitative descriptive analysis and data analysis using the Williamson Index. The variables used were GRDP per capita, Human Development Index (HDI), and population size, using secondary time-series data from 2010 to 2023 sourced from BPS. The results of the study show that: (1) there are significant differences in income disparity among major tobacco-producing regencies in Central Java Province, with the lowest to highest disparities being in Rembang, Temanggung, and Grobogan; (2) The HDI factor has a significant positive effect on income disparity in Temanggung and Rembang, but a significant negative effect on income disparity in Grobogan. The GRDP per capita factor has no effect on income disparity in Temanggung and Rembang, but a significant negative effect on income disparity in Grobogan. The population factor has a significant negative effect on income disparity in Temanggung and Rembang, but has no effect on income disparity in Grobogan.
Kata Kunci : disparitas pendapatan, studi komparasi, kabupaten produsen tembakau, PDRB per Kapita, IPM, jumlah penduduk, indeks williamson