Perempuan dan Perubahan Iklim: Adaptasi Kelompok Perempuan Petani Karisma di Kulon Progo dalam Menghadapi Penurunan Ketahanan Pangan
Putri Lucida, Dr. Wawan Mas'udi, S.I.P., M.P.A.
2025 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN
Perubahan iklim berdampak langsung pada ketahanan pangan dan menempatkan perempuan sebagai kelompok yang rentan. Berbagai studi telah mengkaji hubungan antara perubahan iklim dan perempuan, tetapi sebagian besar hanya memposisikan perempuan sebagai korban pasif, bukan sebagai agen utama perubahan. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan menelaah bagaimana perempuan di wilayah Kulon Progo, melalui Kelompok Tani Perempuan Karisma mengambil peran sentral dalam strategi adaptasi terhadap tantangan perubahan iklim. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan analisis dokumen, penelitian ini dianalisis melalui perspektif ekofeminisme untuk memahami bagaimana perempuan memanfaatkan pengetahuan lokal, pengalaman perempuan, dan solidaritas sosial dalam membangun strategi adaptasi.
Temuan menunjukkan bahwa perempuan Karisma menjalankan empat strategi adaptasi yang saling melengkapi: (1) strategi teknis yang dipadukan dengan penguatan ekonomi, seperti penerapan rotasi tanaman, praktik pertanian lestari dengan bibit lokal dan pupuk organik, serta pengelolaan pemasaran dan kas kelompok secara kolektif; (2) strategi berbasis pengetahuan lokal, budaya dan spiritualitas misalnya penggunaan predator alami untuk mengendalikan hama dan pelaksanaan upacara wiwitan; (3) strategi pengorganisasian dan solidaritas sosial melalui produksi pangan kolektif, pengelolaan kas simpan pinjam anggota, dan barter hasil panen; serta (4) pemanfaatan kontribusi aktor eksternal terutama LSM untuk memperluas jaringan, memfasilitasi pelatihan, dan menyelenggarakan kegiatan skala besar. Keempat strategi ini berjalan seiring dengan penguatan kapasitas sosial-ekonomi yang menggeser posisi perempuan dari sekadar pendukung domestik menjadi penggerak utama keberlangsungan keluarga dan komunitas. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa adaptasi berbasis komunitas perempuan jika didukung secara struktural dan setara, dapat menjadi kunci menuju ketahanan pangan yang adil secara ekologis dan sosial di tengah perubahan iklim.
Climate change directly affects food security and disproportionately positions women as a vulnerable group. While numerous studies have explored the relationship between climate change and women, most have predominantly portrayed women as passive victims rather than as active agents of change. This study seeks to address this gap by examining how women in Kulon Progo, through the Karisma Women Farmers Group, assume a central role in adaptation strategies to confront climate related challenges. Employing a qualitative methodology through interviews, observation, and document analysis, this research is framed within an ecofeminist perspective to analyze how women draw upon local knowledge, lived experience, and social solidarity in shaping adaptive responses.
The findings demonstrate that Karisma women employ four complementary adaptation strategies: (1) technical approaches integrated with economic empowerment, such as crop rotation, sustainable farming with local seeds and organic fertilizers, alongside collective marketing and savings management; (2) strategies rooted in local knowledge, culture, and spirituality including the use of natural predators for pest control and the practice of wiwitan rituals; (3) organizational and social solidarity initiatives such as collective food production, savings and loans schemes, and crop bartering; and (4) the mobilization of external actors, particularly NGOs to broaden networks, provide training, and support large scale activities. Collectively, these strategies enhance women’s socio-economic capacities, repositioning them from domestic supporters to key drivers of household and community resilience. The study highlights that community based women’s adaptation when structurally and equitably supported, can serve as a foundation for achieving socially and ecologically just food security in the face of climate change.
Kata Kunci : Perubahan Iklim, Ketahanan Pangan, Kelompok Tani Perempuan, Pertanian Lestari