Laporkan Masalah

Indonesia's Transportation Culture: Perceptions of Bicycle Lane Implementation in Jakarta's Sudirman Street

Muhammad Rafli Ibnutama, Dr. Ag. Subarsono

2026 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Jakarta telah memperkenalkan jalur sepeda khusus untuk meningkatkan keselamatan bersepeda dan mendukung peralihan dari penggunaan kendaraan bermotor dalam perjalanan sehari-hari, namun koridor Jalan Sudirman seringkali dimasuki oleh sepeda motor dan digunakan untuk berhenti dan menunggu. Studi ini meneliti efektivitas implementasi jalur sepeda Sudirman dengan menilai bagaimana pesepeda dan non-pesepeda memahami jalur tersebut, bagaimana jalur tersebut digunakan dalam kondisi rutin, dan bagaimana kekhawatiran akan keselamatan membentuk perilaku pesepeda. Studi ini menggunakan desain studi kasus tunggal kualitatif, berdasarkan wawancara semi-terstruktur dengan 19 partisipan yang terdiri dari 12 pesepeda, 6 non-pesepeda, dan 1 aktor penegak hukum, didukung oleh observasi lapangan pada waktu yang berbeda dalam sehari. Data dianalisis menggunakan analisis tematik kualitatif untuk mengidentifikasi pola berulang di seluruh pemahaman, penggunaan, sinyal penegakan hukum, dan pengalaman keselamatan. Temuan menunjukkan efektivitas parsial. Sebagian besar pengguna jalan menyadari bahwa jalur tersebut dimaksudkan untuk eksklusif bagi pesepeda, namun banyak non-pesepeda memperlakukan aturan tersebut sebagai situasional, memasuki jalur saat terjadi kemacetan dan berhenti untuk mendukung rutinitas kerja berbasis platform. Hal ini menghasilkan eksklusivitas yang tidak stabil, konflik rutin, dan penurunan persepsi keselamatan pesepeda, yang menyebabkan stres, pengalaman nyaris celaka, dan strategi penghindaran. Studi ini menyimpulkan bahwa penyediaan infrastruktur dan kesadaran akan aturan saja tidak cukup tanpa penegakan hukum yang kredibel dan konsisten. Keterbatasan meliputi fokus pada satu koridor dan sampel kualitatif yang bertujuan untuk kedalaman daripada representativitas statistik. Studi ini menawarkan wawasan praktis tentang menstabilkan eksklusivitas jalur sepeda di koridor yang didominasi kendaraan bermotor dan menggambarkan bagaimana dinamika implementasi di tingkat jalan membentuk hasil sehari-hari meskipun infrastruktur terlihat. Kontribusi praktis menyoroti perlunya kolaborasi dengan perusahaan platform, penegakan hukum yang ditargetkan pada jam sibuk dengan shift patroli acak, dan koordinasi antar lembaga dengan sanksi yang konsisten.

Jakarta has introduced dedicated bicycle lanes to improve cycling safety and support a shift away from motor-dominated commuting, yet the Sudirman Street corridor is frequently intruded upon by motorcycles and used for stopping and waiting. This study examines the implementation e?ectiveness of the Sudirman bicycle lane by assessing how cyclists and non-cyclists understand the lane, how it is used in routine conditions, and how safety concerns shape cyclist behavior. The study uses a qualitative single case-study design, drawing on semi-structured interviews with 19 participants consisting of 12 cyclists, 6 non-cyclists, and 1 enforcement actor, supported by field observations at di?erent times of day. Data were analyzed using qualitative thematic analysis to identify recurring patterns across understanding, usage, enforcement signals, and safety experiences. Findings indicate partial e?ectiveness. Most road users recognize that the lane is intended to be exclusive for cyclists, yet many non-cyclists treat the rule as situational, entering during congestion and stopping to support platform-based work routines. This produces unstable exclusivity, routine conflict, and reduced cyclist perceived safety, leading to stress, near-crash experiences, and avoidance strategies. The study concludes that infrastructure provision and rule awareness alone are insu?cient without credible and consistent enforcement. Limitations include a single corridor focus and a purposive qualitative sample, intended for depth rather than statistical representativeness. This study o?ers practical insights into stabilizing bicycle lane exclusivity in a motor dominated corridor and illustrates how street level implementation dynamics shape everyday outcomes despite visible infrastructure. Practical contributions highlight the need for collaboration with platform companies, targeted enforcement at peak hours with randomized patrol shifts, and interagency coordination with consistent penalties.

Kata Kunci : bicycle lane policy, cycling safety, implementation e?ectiveness, Jakarta Sudirman Street, policy implementation, public perception, street-level bureaucracy

  1. S1-2026-496667-abstract.pdf  
  2. S1-2026-496667-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-496667-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-496667-title.pdf