PENGARUH PERJANJIAN PERKAWINAN TERHADAP KETAHANAN KELUARGA DALAM PERKAWINAN (Studi Kasus di Banda Aceh)
Burmawi, Dr. Ninik darmini, S.H., M.Hum.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Hukum
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perjanjian perkawinan terhadap ketahanan keluarga pada pasangan suami istri di Banda Aceh serta memahami bagaimana pasangan memaknai dan mempraktikkan perjanjian tersebut dalam kehidupan rumah tangga. Fokus penelitian diarahkan pada empat dimensi ketahanan keluarga, yaitu dimensi ekonomi, psikologis, sosial, serta hukum dan religius.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima pasangan suami istri yang membuat perjanjian perkawinan, baik sebelum maupun setelah menikah. Selain itu, penelitian juga didukung oleh studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, serta literatur terkait. Analisis dilakukan melalui pengolahan data kualitatif secara deskriptif-analitis untuk menemukan pola hubungan antara praktik perjanjian perkawinan dan ketahanan keluarga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian perkawinan memberikan pengaruh positif terhadap ketahanan keluarga. Pada dimensi ekonomi, perjanjian perkawinan menciptakan kepastian pengelolaan harta dan tanggung jawab finansial sehingga mengurangi potensi konflik. Pada dimensi psikologis, perjanjian ini menumbuhkan rasa aman, transparansi, dan komunikasi terbuka antara pasangan. Pada dimensi sosial, pengaturan yang jelas membantu pasangan menghindari konflik yang dapat berdampak pada hubungan keluarga besar dan lingkungan sosial. Sementara pada dimensi hukum dan religius, perjanjian perkawinan dipandang selaras dengan syariat dan adat masyarakat Aceh, sehingga memperoleh legitimasi sosial dan keagamaan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa perjanjian perkawinan berfungsi tidak hanya sebagai instrumen hukum, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang memperkuat keharmonisan dan ketahanan keluarga di Banda Aceh.
This study aims to analyze the influence of marriage agreements on family resilience among married couples in Banda Aceh, as well as to understand how these couples interpret and implement such agreements in their household life. The research focuses on four dimensions of family resilience: economic, psychological, social, and legal-religious aspects. This research employs a qualitative method using a juridical-empirical approach.
Data were collected through in-depth interviews with five married couples who had entered into marriage agreements, either before or after the marriage. The study was also supported by a literature review of statutory regulations, the KHI, and relevant scholarly works. The data were qualitatively analyzed through descriptive-analytical techniques to identify the relationship between marriage agreement practices and family resilience.
The findings reveal that marriage agreements positively contribute to family resilience. In the economic dimension, the agreements provide certainty regarding asset management and financial responsibilities, thereby minimizing potential conflicts. In the psychological dimension, they foster a sense of security, transparency, and open communication between spouses. In the social dimension, clear arrangements help couples avoid conflicts that may affect extended family relations and community interactions. In the legal and religious dimension, marriage agreements are perceived as compatible with Islamic law and Acehnese customs, receiving both social and religious legitimacy. Overall, the study concludes that marriage agreements function not only as legal instruments but also as social mechanisms that strengthen harmony and family resilience in Banda Aceh.
Kata Kunci : Kata Kunci : Perjanjian, Perkawinan, Ketahanan Keluarga.