Laporkan Masalah

Hubungan Variasi Penggunaan Lahan dengan Kelimpahan Mikroplastik pada Intensitas Curah Hujan Tinggi di Sungai Gajahwong Daerah Istimewa Yogyakarta

Apriliawati, Prof. Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si.

2025 | Tesis | S2 Biologi

Pengelolaan sampah plastik yang tidak tepat atau sampah plastik yang tidak dikelola di ekosistem terestrial dapat menyebabkan penumpukan limbah plastik yang selanjutnya terdegradasi menjadi mikroplastik berukuran kurang dari 5 mm melalui proses fisik, kimia, dan biologis lingkungan. Di zona penyangga Sungai Gajahwong, seluas 13.215 ha lahan masih bervegetasi, 10.219 ha merupakan lahan terbangun, dan 3.803 ha merupakan lahan terbuka. Variasi penggunaan lahan tersebut berhubungan dengan kelimpahan mikroplastik di air permukaan, sedimen permukaan, dan ikan, dengan total 214 partikel mikroplastik teridentifikasi. Lahan terbangun menunjukkan hubungan negatif yang signifikan dengan kelimpahan mikroplastik di sedimen permukaan (r = -0.706, p = 0.034), sedangkan lahan bervegetasi menunjukkan hubungan positif, dan lahan terbuka menunjukkan hubungan negatif namun tidak signifikan. Mystacoleucus marginatus mengakumulasi mikroplastik paling banyak dengan rata-rata lima partikel per individu. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan dalam kelimpahan mikroplastik berwarna merah antara lokasi pengambilan sampel S1 dan S7 berdasarkan uji Kruskal-Wallis (p = 0.006). Informasi mengenai karakteristik hidrologi Sungai Gajahwong diperlukan untuk memahami bagaimana distribusi dan transportasi mikroplastik di dalam aliran sungai mempengaruhi kelimpahan mikroplastik.

Improper or unmanaged plastic waste in terrestrial ecosystems can accumulate and degrade into microplastics smaller than 5 mm through physical, chemical, and biological processes. In the riparian buffer zone of the Gajahwong River, land use consists of vegetated land (13,215 ha), developed land (10,219 ha), and open land (3,803 ha). These land-use types are associated with microplastic abundance in surface water, surface sediment, and fish, with a total of 214 microplastic particles recorded. Developed land shows a significant negative relationship with microplastic abundance in surface sediment (r = -0.706, p = 0.034), while vegetated land shows a positive relationship (r = 0.546, p = 0.128) and open land shows a negative relationship (r = -0.387, p = 0.304). Mystacoleucus marginatus accumulated the highest number of microplastic particles, with an average of 5 particles per individual. A significant difference in the abundance of red-colored microplastics was observed between sampling sites S1 and S7 (Kruskal-Wallis test, p = 0.006). Further information on the hydrological characteristics of the Gajahwong River is required to better understand how microplastic distribution and transport within the river channel influence microplastic abundance.

Kata Kunci : Land-use, Spatial variation, Precipitation, Microplastic abundance.

  1. S2-2025-548122-abstract.pdf  
  2. S2-2025-548122-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-548122-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-548122-title.pdf