Pola Penggunaan Tabir Surya (Sunscreen) dan Kejadian yang Tidak Diinginkan: Studi Cross-Sectional di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Salsabila Shafa Qorisu, apt. Muhammad Novrizal Abdi Sahid, M.Eng, Ph.D.; apt. Anna Wahyuni Widayanti
2026 | Skripsi | FARMASI
Tabir surya (sunscreen) merupakan
salah satu jenis kosmetik yang digunakan untuk mengurangi kerusakan kulit dan
meminimalisir risiko kanker kulit akibat paparan radiasi UV. Meskipun keamanan
produk tabir surya sudah dijamin oleh BPOM, beberapa individu dapat mengalami
reaksi yang tidak diinginkan (adverse reaction) akibat bahan kimia dalam
produk tersebut. Namun, penelitian mengenai adverse cosmetics reaction (ACR)
setelah menggunakan tabir surya masih terbatas, khususnya di Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran pola penggunaan tabir surya (sunscreen) dan reaksi yang tidak
diinginkan pada masyarakat dewasa di Provinsi DIY, meliputi faktor risiko,
variasi gejala, serta respon dan penanganannya.
Studi ini merupakan studi observasional dengan
pendekatan studi cross-sectional menggunakan instrumen kuesioner daring
(Google Formulir). Subjek penelitian adalah masyarakat dewasa berusia 18–30
tahun berdomisili di DIY yang diperoleh menggunakan metode convenience
sampling dan memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh dianalisis
secara deskriptif, metode chi-square, serta regresi logistik.
Hasil penelitian pada 115 responden menunjukkan gambaran ACR sebesar 64,35%. Gejala yang paling sering dilaporkan adalah bintik-bintik (beruntus) (19,0%) dan gatal (17,0%), dengan durasi umumnya kurang dari enam jam (25,2%). Analisis chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kejadian ACR dengan beberapa karakteristik sosiodemografi, seperti usia (p-value 0,000), pendidikan terakhir (p-value 0,003), serta jenis kulit (p-value 0,000). Selain itu, pola penggunaan sunscreen yang berhubungan signifikan dengan ACR meliputi penggunaan sesuai instruksi (p-value 0,000), kebiasaan re-apply (p-value 0,038), kebiasaan mengecek expired date (p-value 0,015), serta penggunaan sunscreen expired date (p-value 0,042). Berdasarkan hasil regresi logistik, seluruh variabel independen memiliki pengaruh secara simultan terhadap munculnya ACR (p-value < 0>
Kata
Kunci: Adverse reaction, inflamasi, penggunaan kosmetik, survey, tabir surya
Sunscreen is a type of cosmetic product
used to reduce skin damage and minimize the risk of skin cancer due to UV
radiation exposure. Although the safety of sunscreen products is guaranteed by
the Indonesian Food and Drug Administration (BPOM), some individuals may
experience adverse reactions due to the chemicals in these products. However,
research on adverse cosmetic reactions (ACR) after using sunscreen is still
limited, especially in the Special Region of Yogyakarta (DIY). This study aims
to determine the pattern of sunscreen use and adverse reactions among adults in
DIY, including risk factors, symptom variations, and responses and treatments. This study is an observational study with
a cross-sectional approach using an online questionnaire (Google Forms). The
research subjects were adults aged 18–30 years residing in DIY who were
obtained using convenience sampling and met the inclusion criteria. The data
obtained were analyzed descriptively, using the chi-square method, and logistic
regression. The results of the study on 115
respondents showed an ACR score of 64.35%. The most commonly reported symptoms
were spots (19.0%) and itching (17.0%), with a duration of generally less than
six hours (25.2%). Chi-square analysis showed a significant association between
the occurrence of ACR and several sociodemographic characteristics, such as age
(p-value 0.000), highest level of education (p-value 0.003), and skin type
(p-value 0.000). In addition, sunscreen usage patterns that were significantly
associated with ACR included use according to instructions (p-value 0.000), the
habit of re-applying (p-value 0.038), the habit of checking the expiration date
(p-value 0.015), and the use of expired sunscreen (p-value 0.042). Based on the
results of logistic regression, all independent variables had a simultaneous
effect on the occurrence of ACR (p-value < 0> Keywords:
Adverse reaction, inflammation, cosmetic use, survey, sunscreen
Kata Kunci : Adverse reaction, inflamasi, penggunaan kosmetik, survey, tabir surya