Pembangunan Sumberdaya Manusia propinsi Jawa Barat sebelum dan setelah otonomi daerah 1996-2006
Fathan Suryahadi, Abdur Rofi, S.Si., M.Si.
2009 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTujuan penelitian ini untuk mengetahui persebaran pembangunan manusia di propinsi Jawa Barat sebelum dan setelah otonomi menurut kabupaten dan kota tahun 1996-2006, tujuan kedua yaitu mengetahui perbedaan pembangunan manusia di propinsi Jawa Barat di tingkat kabupaten dan kota sebelum dan setelah otonomi dan tujuan ketiga mengetahui IPM dari masing-masing komponen. Pembangunan manusia diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia atau IPM. Indeks ini terdiri dari tiga komponen yaitu komponen pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Dari indeks ini nantinya dapat memberikan gambaran pembangunan manusia di tingkat kabupaten maupun kota. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif melalui analisis perhitungan IPM masing-masing kabupaten dan kota di Jawa barat dari komponen pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Perhitungan ini dilakukan pada seluruh kabupaten dan kota di propinsi Jawa Barat. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan analisis statistik ujit diperkuat analisis spasial dan perbandingan. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat adanya perbedaan yang signifikan dalam pencapaian indeks pembangunan manusia di propinsi Jawa Barat menurut kabupaten dan kota sebelum dan setelah otonomi daerah dengan bukti hasil statistik uji 1 yang memiliki signifikansi 0,000. Kesimpulan lain yang didapat dalam penelitian ini adalah persebaran IPM tidak merata antara daerah kabupaten dan kota. Untuk penyusun IPM dari komponen pendidikan dan kesehatan sebelum dan setelah otonomi daerah mengalami peningkatan namun untuk komponen ekonomi mengalami peningkatan setelah otonomi.
The objective this research is know of distribution the human resources development in West Java Province before and after the decentralization in 1996-2006 by district and city, second objective is to recognize diverse impact of decentralization in West Java by district and city and the third objective is to identify of IPM by the components. The human development is measured by the human development index (IPM). This index is composed by three components, namely the education, health and economy development. From this index it will get the description of inuman development in the district and city. The method of research is using quantitative method by the IPM counting analysis of each region in the district and city of West Java from the education, health, and economy components. This counting executed in all districts and cities of west java. The analysis technique implied is quantitative analysis by using the test statistic analysis supported by spatial and comparative analysis. The conclusion of this research is that there is a significant difference on the accomplishment of human development index in West Java Province according to the districts and cities situations before and after the decentralization with the prove of statistic test with the signification number 0,000. Other conclusion of this research is the IPM which is not well spread in the districts and cities regions. This case proved by a different human development between the region in city and districts. This difference caused by the education, health and economic development differences.
Kata Kunci : pembangunan manusia, otonomi,human development, decentralization