Menuju Gerakan Pengembangan Sumber Daya Kelembagaan Al-Qur'an (Kajian terhadap Taman Pendidikan Al-Qur'an di Bantul)
Najma Alya Jasmine, Dr. Muhamad Supraja, S.H., S.Sos., M.Si
2025 | Skripsi | Sosiologi
Eksistensi dan keberlanjutan gerakan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Bantul tidak lepas dari basis pendukung, tantangan sumber daya, serta kemampuan mobilisasi. Riset ini bertujuan mengidentifikasi sumber daya TPA di Bantul dan menganalisis secara sosiologis mengenai proses mobilisasi yang terjadi dalam rangka pengembangan lembaga. Tiga subjek penelitian terdiri dari TPA MDA Tarbiyatul Iman, TPA Al-Aman, dan TPA Al-Futtuh. Metode penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumen. Teori yang digunakan dalam analisis yaitu Mobilisasi Sumber Daya oleh John D. McCarthy dan Mayer N. Zald. Teori ini memandang gerakan sosial tidak selalu didasari ketidakpuasan, melainkan adanya kesamaan nilai dan kemampuan mobilisasi sumber daya.
Hasil penelitian menunjukkan kepemilikan sumber daya legitimasi, finansial, manusia, dan fasilitas yang dimobilisasi konsisten di ketiga TPA. Kemampuan mobilisasi setiap lembaga berbeda-beda berdasarkan taktik dan strategi serta hubungan dengan masyarakat yang lebih luas. Dari seluruh subjek penelitian, TPA Al-Aman menjadi yang paling unggul dalam mobilisasi sumber daya dan telah mencapai tahap profesional. TPA MDA Tarbiyatul Iman memiliki sumber daya yang cukup tetapi masih dalam tahap menuju profesional. Sementara TPA Al-Futtuh yang paling terkendala dalam proses mobilisasi. Namun, penelitian menemukan sumber daya spiritual dan karakter nonformal dan berbasis komunitas tidak terakomodasi dalam kerangka MSD. Secara keseluruhan, terdapat relevansi Teori Mobilisasi Sumber Daya dalam aspek pengelolaan sumber daya yang ada, strategi dan taktik menghadapi tantangan, serta meluaskan jaringan. Di lain sisi, sumber daya TPA tidak terbatas pada material dan institusional, melainkan mempertahankan ciri khas nonformal dan basis ikatan komunitas.
The existence and sustainability of Al-Qur'an Education Park (TPA) movement in Bantul are inseparable from driving factors, resource challenges, and mobilization capabilities. This research aims to identify TPA’s resources in Bantul and sociologically analyze the mobilization process that occurs in the context of institutional development. The three research subjects consisted of TPA MDA Tarbiyatul Iman, TPA Al-Aman, and TPA Al-Futtuh. The method is qualitative with a case study approach. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, literature review, and document analysis. Theory used in the analysis is Resource Mobilization by John D. McCarthy and Mayer N. Zald. This theory views social movements as not always based on dissatisfaction, but rather on shared values and the ability to mobilize resources. The research results show that the ownership of legitimacy, financial, human, and facility resources mobilized is consistent across all three landfills. But, the mobilization capabilities of each institution are different. Among all the research subjects, TPA Al- Aman excelled in resource mobilization and has reached a professional stage. TPA MDA Tarbiyatul Iman has sufficient resources but is still in the process of becoming professional. Meanwhile, TPA Al-Futtuh is the most constrained in the mobilization process. However, the research found that spiritual and non-formal, community-based character resources were not accommodated within the RMT. Overall, there is relevance to RMT in aspects of managing existing resources, strategies and tactics, and expanding networks. On the other hand, TPA’s resources are not limited to material and institutional aspects, but rather maintain their non-formal characteristics and community bond basis.
Kata Kunci : Taman Pendidikan Al-Qur’an, Mobilisasi Sumber Daya, Strategi Mobilisasi, Dinamika Sumber Daya