Kajian ketersediaan dan pemanfaatan fasilitas pelayanan sosial ekonomi di kecamatan Mungkid kabupaten Magelang
Monica Puspa Hadi Mustikawati, Dr. Agus Sutanto, M.Sc.; Drs. H.B.S. Eko Prakoso, M.SP.
2008 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHUU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, berisi tentang perluasan otonomi daerah adalah kewenangan daerah untuk mengelola dan mengembangkan seoptimal mungkin potensi yang dimiliki oleh wilayah secara mandiri dan berkesinambungan. Maka pembangunan daerah harus dilaksanakan secara serasi, seimbang dan diarahkan agar dapat berlangsung secara berdaya guna dan berhasil guna. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang: 1) Tingkat ketersediaan. 2) Daya layan. 3) Efisiensi dan efektifitas pemanfaatan fasilitas pelayanan sosial ekonomi di Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan dua level analisis yaitu meso dan mikro. Analisis meso dilakukan pada Kecamatan Mungkid secara keseluruhan untuk menilai aspek ketersediaan dan daya layan, sehingga diperoleh hirarkhi pusat pelayanan dan daya layan fasilitas sosial ekonomi Kecamatan Mungkid dari data sekunder. Analisis mikro dilakukan secara detail terhadap unit desa sampel, sehingga diperoleh data primer dari hasil wawancara semi terstruktur. Teknik skoring untuk membuat indeks komposit sebagai dasar penentuan tingkat efisiensi pemanfaatan fasilitas oleh pengguna di wilayah desa dan wilayah kota. Informasi mengenai jarak tempuh pengguna menuju fasilitas yang dipilih kemudian dibandingkan dengan standar jarak pelayanan ideal untuk menentukan tingkat efektifitas pemanfaatan fasilitas oleh pengguna di wilayah desa dan wilayah kota. Hasil penelitian menunjukkan daerah administratif desa ada yang memiliki tingkat ketersediaan yang lebih tinggi daripada wilayah administratif kota, hal ini menunjukkan keadaan overbounded city di wilayah kota dalam hal perkembangan ketersediaan fasilitas pelayanan sosial ekonomi. Dayalayan fasilitas pelayanan sosial ekonomi sudah baik meskipun terdapat pula fasilitas berdaya layan kurang yaitu: SMU/K/MA, mantri kesehatan, dokter praktek, Balai Pengobatan, Pustu, Puskesmas, Rumah Bersalin, toko jamu, lapangan badminton, lapangan tenis, lapangan voli, Gereja, Wihara, Saprotan KUD, dan mini market. Persepsi masyarakat memunjukkan pemanfaatan fasilitas pelayanan sosial ekonomi oleh pengguna di wilayah desa lebih efisien daripada pengguna di wilayah kota. Jumlah fasilitas pelayanan sosial ekonomi yang dimanfaatkan secara efektif oleh pengguna di wilayah kota lebih sedikit daripada jumlah yang dimanfaatkan oleh pengguna di wilayah desa
UU Number 32 Year of 2004 about Local Government, consist the spread of local autonomy is the local authority to manage and to make the optimal development of regional resources by its self and sustainable. That regional development have to executed compatible, well-balanced and pointed to can take place as efficient and effective. So that, this research is to study about 1) Size of Availability. 2) Function of availability. 3) Efficiency and effectiveness from the exploiting of social economic services facilities in Mungkid District, Magelang Regency. This research using two analysis levels, they are meso and micro. Meso analysis being use for the whole of Mungkid District to pointing the aspects of size and function of availability, so we can get the hierarchy of central services and the function of availability from secondary data. Micro analysis is held by detail to the village sample unit, to get the primary data from an in-depth interview. Scoring technique is used to make the composite index as the base to make the level of efficiency using facilities by user in city region or village region. Information about the distance that being take by the user to the facilities that they choose then be compared to the ideal distance to determine the effective level of exploiting facilities by user in city region or village region. The result of this research shows that village administrative region has level size of availability higher than the city region, this result shows that the district is in over bounded city situation. Function of availability is quite good although there is still lack in some facilities like high school, paramedics, doctor, Clinical centre, Pustu, Puskesmas, House Copies, jamu shop, badminton court, tennis court, volley field, Church, Vihara, Saprotan KUD, and mini of market. Community perception shows that the exploiting of social economic services facilities by user in village region is more efficient than in city region. The number of facilities that being exploited effectively by user in city region is smaller than he number of facilities that being exploited by user in village region.
Kata Kunci : ketersediaan pelayanan, daya layan, efisiensi, efektifitas,size of availability, function of availability, efficiency, effectiveness