Laporkan Masalah

Penentuan struktur modal yang optimal berdasarkan analisis sensitivitas pada PT JIEP

KUSWANTO, Gatot, Prof.Dr. Eduardus Tandelilin, MBA

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Berdasarkan latar belakang resesi ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 sampai dengan tahun 2003 manajemen PT JIEP sangat berhati-hati menggunakan hutang dalam struktur modalnya. Adanya kekhawatiran akan resiko yang tinggi dan turunnya nilai perusahaan adalah alasan mengapa manajemen tidak menggunakan hutang dalam struktur modalnya. Tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk menentukan struktur modal yang optimal dengan menggunakan analisa sensitivitas. Dalam analisis sensitivitas, setiap variable berubah sebesar point persentase tertentu di atas dan di bawah nilai yang diharapkan, sementara hal-hal lainnya tetap konstan. Periode analisa penelitian ini adalah tahun 1994 – 2003. Nilai perusahaan setiap tahun akan di analisa pada saat tidak menggunakan hutang, dan pada saat menggunakan hutang dalam struktur modalnya. Melalui pendekatan Modigliani dan Miller (MM) dapat disimpulkan bahwa penggunaan hutang dalam struktur modal dapat meningkatkan nilai perusahaan, dan seiring dengan peningkatan jumlah hutang biaya modal juga akan turun. Hasil penelitian ini mendukung pendekatan MM bahwa dalam kondisi ada pajak penghasilan, perusahaan yang memiliki hutang (leverage) akan memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memiliki hutang. Masalah yang terkait dengan kebangkrutan akan cenderung muncul apabila suatu perusahaan menyertakan lebih banyak hutang dalam struktur modalnya. Untuk mendukung hasil perhitungan struktur modal, selanjutnya digunakan Teori Trade-Off. Teori ini menyeimbangkan manfaat dari pendanaan dengan hutang (perlakukan pajak perseroan yang menguntungkan) dengan suku bunga dan biaya kebangkrutan yang lebih tinggi. Dari hasil analisis, struktur modal PT JIEP yang optimal adalah berada pada rasio hutang/ aktiva maksimum 61%.

Based on the economic recession background which happened in 1997-2003, the Management of PT JIEP was using the payable very carefully in its capital structure. There was worried of high risk and decreasing of company value are the reasons why the Management did not use the payable in its capital structure. The aim of this research is to appoint the optimal capital structure by using sensitivity analysis. Each variable in sensitivity analysis are changing in amount of certain persentage point above and under the expected point, while the others are constant. This research analysis period is from 1994 – 2003. Every year, the company will be analysed when the company was using the payable and not using the payable in its capital structure. By using Modigliani and Miller (MM) approach could be concluded that the using of payable in capital structure could increase company value, and in line with the increasing amount of capital expenditure payable will also decreasing. The result of this research support the MM approach when there was income tax condition, company which have payable will have higher value if it was campare with the company which have no payable. The related problem with bankruptcy will tend to rise if a company involved more payable in its capital structure. To support the result of capital structure calculation, then could be used the trade off theory. This theory will balance the benefit of funding and payable advantageous corporate income tax treatment with interest rate and higher bankruptcy cost. From the analysis result, the optimal capital structure of PT JIEP was in payable ratio maximum 50%.

Kata Kunci : Manajemen Perusahaan,Struktur Modal, The optimal capital structure, Modigliani and Miller approach, trade off theory, sensitivity analysis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.