TINJAUAN YURIDIS TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN (TJSL) DALAM PERJANJIAN ANTARA PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) TBK DAN TIM KKN-PPM UGM MANYEUW BACARITA 2025
Muhammad Arva Sagraha, Dr. R.A. Antari Innaka T., S.H., M.Hum
2026 | Skripsi | ILMU HUKUM
Penulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perjanjian antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Tim KKN-PPM UGM Manyeuw Bacarita 2025 menurut hukum perdata di Indonesia. Tujuan selanjutnya yaitu untuk mengkaji dan menganalisis penyelesaian wanprestasi perjanjian lisan yang terjadi antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Tim KKN-PPM UGM Manyeuw Bacarita 2025.
Penelitian ini bersifat deskriptif dan berjenis normatif-empiris dengan didukung wawancara narasumber dan responden. Penelitian hukum ini dilakukan dengan studi kepustakaan untuk mendapatkan data sekunder. Data sekunder yang didapatkan terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dari hasil wawancara lalu dikaitkan dengan studi kepustakaan berupa peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, maupun bahan literatur lainnya.
Berdasarkan penelitian diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, perjanjian antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merupakan perjanjian lisan dilihat dari bentuk penyampaian konsensus antara kedua belah pihak. Perjanjian yang berbentuk lisan tersebut telah memenuhi syarat dan sah perjanjian serta berkekuatan mengikat. Pelaksanaan kontraprestasi oleh pihak pertama yaitu tim telah dilaksanakan secara penuh, sedangkan pihak kedua yaitu perusahaan tidak melaksanakan prestasi berupa pencairan dana kontrak program kerja. Hal tersebut diklasifikasikan sebagai wanprestasi karena kelalaian sehingga apabila pendekatan kekeluargaan tidak membuahkan hasil maka sah untuk diselesaikan secara litigasi.
This legal paper aims to examine and analyse the agreement between PT Garuda Indonesia (Persero) and the UGM Manyeuw Bacarita 2025 Community Service Programme Team in accordance with Indonesian civil law. The next objective is to examine and analyse the settlement of breach of oral agreement that occurred between PT Garuda Indonesia (Persero) and the UGM Manyeuw Bacarita 2025 Community Service Programme Team.
This research is descriptive and normative-empirical in nature, supported by interviews with informants and respondents. This legal research was conducted through a literature study to obtain secondary data. The secondary data obtained consisted of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained will be analysed qualitatively from the interview results and then linked to a literature study in the form of laws and regulations, court decisions, and other literature.
Based on the research, the following results were obtained. First, the agreement between PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk is an oral agreement as seen from the form of consensus between the two parties. This verbal agreement meets the requirements and is a valid and binding agreement. The first party, namely the team, has fully performed its obligations, while the second party, namely the company, has not performed its obligation to disburse the contract funds for the work program. This is classified as a breach of contract due to negligence, so if an amicable approach does not yield results, it is valid to resolve the matter through litigation.
Kata Kunci : Perjanjian, Perjanjian Lisan, Wanprestasi