Laporkan Masalah

Kajian tingkat konsumsi air domestik pedesaan dan perkotaan di kecamatan Ngaglik Sleman Yogyakarta

Lily Erlinawati, Drs. Darmakusuma Darmanto, Dip.H.; M.S.

2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Kecamatan Ngaglik merupakan wilayah di Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang telah mengalami perkembangan fisik dan perkembangan penduduk. Perbedaan tingkat perkembangan pada masing-masing bagian di Kecamatan Ngaglik dapat berpengaruh terhadap pemilihan tipe sumber air dan tingkat konsumsi air untuk rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji tingkat konsumsi air domestik dan mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap konsumsi air domestik di daerah pedesaan dan perkotaan Kecamatan Ngaglik Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa kegiatan survey, meliputi: (1) penentuan daerah penelitian ditentukan berdasarkan pertimbangan tertentu (purposive sampling), yaitu wilayah pedesaan dan perkotaan di Kecamatan Ngaglik. Pertimbangan tersebut meliputi: laju perkembangan penduduk yang tinggi, struktur mata pencaharian dan tingkat sosial ekonomi yang bervariasi, dan adanya intensitas tekanan lahan pertanian yang terus meningkat (2) cara pengumpulan data kuesioner dengan wawancara. Perhitungan jumlah sampel dilakukan dengan Quota sampling, ditentukan sebanyak 250 responden, terdiri dari 62 responden di pedesaan dan 188 responden di perkotaan. Pengambilan sampel dari tiap desa dilakukan dengan metode proporsional sedangkan pengambilan responden di lapangan dilakukan secara random bertingkat (3) cara analisis data meliputi analisis deskriptif dan analisis statistik berupa uji T-Test dan Regresi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat konsumsi air domestik untuk daerah pedesaan dan perkotaan di Kecamatan Ngaglik tidak memiliki perbedaan nyata. Rata-rata tingkat konsumsi air daerah pedesaan sebesar 202,40 1/kapita/hari, sedangkan daerah perkotaan sebesar 191,09 L/kapita/hari sehingga kedua daerah tersebut tidak memiliki perbedaan yang signifikan.. Rata-rata tingkat konsumsi air domestik masyarakat pedesaan & perkotaan Kecamatan Ngaglik tergolong tinggi (> 140 1/kapita/hari) menurut standar konsumsi air oleh Ditjen Cipta karya, Departemen PU tahun 2006 yang telah mengalami modifikasi. Waktu konsumsi air domestik paling banyak di pagi hari, daerah pedesaan sebesar 398,98 Liter/keluarga/hari dan daerah perkotaan sebesar 402.01 Liter/keluarga/hari. Jenis sumber air yang paling banyak digunakan adalah sumur pompa listrik, sebanyak 191 rumah tangga atau sekitar 76,4%.. Hasil uji Regresi diperoleh persamaan Regresi untuk daerah pedesaan Y 1.841-0.344 x + 0.024 x2-0,036 x3 -0,285 x4 +0.078 xs+ 0,241 x 0,022 x1, sedangkan persamaan regresi untuk daerah perkotaan Y 1.492-0,037 x-0,076 x 0,041 x3-0,060 x4 -0.031x3+0,92x6-0,022 x7. Dalam penelitian ini diketahui faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat konsumsi air domestik daerah pedesaan adalah jumlah anggota keluarga sedangkan untuk daerah perkotaan tidak ada faktor yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi air.

Ngaglik Subdistrict is an area in Sleman Regency, Yogyakarta Special Region Province which underwent physical development and population growth. Difference in development level in each part in Ngaglik Subdistrict can influence selection of water source type and household water consumption level. The objective of this research was to analyze domestic water consumption level, and to identify factors most influencing water consumption for domestic need rural and urban area in Ngaglik Subdistrict. The research used survey including (1) determination of research area by purposive sampling method, consist of rural and urban area in Ngaglik Subdistrict. The consideration covers the fast growing of human, job configuration and the varian social economic level, and there is an increasing farm land pressure intensity (2) questionnaire data with interview. The number of sample was determined by quota sampling (250 respondents), consist of 62 respondents in rural and 188 respondents in urban area. Sample of each village was taken by proportional method while respondents were taken stratified randomly. (3) Data was analyzed by descriptive analysis and statistical analysis using T-Test and Regression. Result of the research indicated that domestic water consumption level in rural and urban area in Ngaglik Subdistrict was not significantly different. Average domestic water consumption level in rural is about 202,40 L/capita/day, while in urban area is 191.09 L/capita/day so both of area have no significant differencies. Average domestic water consumption level rural and urban in Ngaglik Subdistrict was high according to the 2006 Water Consumption Standard issued by Ditjen Cipta Karya of Public Work Ministry. The highest consumption of domestic water was in the morning time, rural area is about 398,98 Litre/family/day and urban area is 402,01 Litre/family/day. The most used water source was electrical well, amount to 191 household or almost 76,4%. The result of Regression Equation for rural area Y 1.841-0,344 x + 0,024 x2-0,036 x3 - 0,285 x +0,078 xs +0.241 x 0,022 x7, while Regression Equation for urban area Y - 1.492 -0,037 x 0,076 x 0,041 x 0,060 x 0,031 x 0,92 x 0,022 x7. This research found any factor influencing significantly domestic water consumption level in rural area is the total of family members while for urban area there is no influence factor.

Kata Kunci : tingkat konsumsi air, air domestik,water consumption level, domestic water

  1. S1-2008-175368-Abstract.pdf  
  2. S1-2008-175368-Bibliography.pdf  
  3. S1-2008-175368-TableofContent.pdf  
  4. S1-2008-175368-Title.pdf