Desain Sistem Mikrogrid Berbasis PLTS untuk Beban Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada
Verdianto Karnadi Wijaya, Prof. Dr.Eng. Ir. F. Danang Wijaya, S.T., M.T., IPM.?Dr.-Ing. Ir. Yohan Fajar Sidik, S.T., M.Eng.
2025 | Skripsi | TEKNIK ELEKTRO
Integrasi sistem Mikrogrid berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada fasilitas kesehatan menawarkan peluang pengurangan biaya operasi sekaligus peningkatan keandalan suplai untuk beban kritikal. Penelitian ini merancang, mensimulasikan, dan mengevaluasi skema mikrogrid berbasis PLTS atap untuk Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), dengan tujuan meningkatkan efisiensi biaya dan ketahanan pasokan listrik serta mendukung target penggunaan energi bersih nasional.
Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif: pengumpulan profil beban, perancangan sistem, serta simulasi menggunakan perangkat lunak PVsyst dengan data meteorologi tipe Typical Meteorological Year (TMY) untuk memperoleh estimasi ratarata produksi energi tahunan. Tiga skenario operasi dianalisis, yaitu: (1) Grid-connected tanpa baterai, (2) Grid-connected dengan self-consumption (beban kritis), dan (3) Grid-connected dengan kemampuan weak grid islanding untuk beban kritis. Beban kritis yang digunakan adalah Gedung Kresna. Penilaian meliputi analisis kinerja teknis dan kajian tekno-ekonomi untuk menilai kelayakan investasi.
Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi Grid-connected tanpa baterai memberikan produksi energi tahunan maksimum sebesar 702 MWh, yang memenuhi sekitar 9,45% kebutuhan listrik seluruh gedung RSA UGM. Pada skenario ini Levelized Cost of Electricity (LCOE) berada pada kisaran Rp643,1/kWh (pendanaan modal sendiri) hingga Rp708,11/kWh (dengan pembiayaan hutang), dengan periode pengembalian investasi antara 11,4 hingga 15,5 tahun. Untuk konfigurasi yang mengakomodasi weak-grid islanding, kombinasi terbaik ditemukan dengan kapasitas baterai 2 MWh dengan nilai Solar Fraction sebesar 81,8%; skema ini tetap ekonomis pada skenario modal sendiri dengan LCOE sekitar Rp1.335,8/kWh dan payback period 23,1 tahun. Berdasarkan hasil teknik dan finansial yang diperoleh, implementasi PLTS atap di RSA UGM dinilai layak dengan catatan pemilihan desain dan struktur pembiayaan yang disesuaikan untuk mencapai keseimbangan antara keandalan pasokan dan kelayakan ekonomi.
Kata Kunci : Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pasokan Daya Darurat, PVsyst, Keandalan Pembangkit Listrik, Ekonomi Pembangkitan Listrik