Kebutuhan dan alokasi pengembangan permukiman di kota Bandar Lampung
Lia Ricky Handayani, Dr. Lutfi Muta'ali, M.T.; Rini Rachmawati, S.Si., M.T.
2026 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHSektor permukiman merupakan sektor yang sangat penting dalam pembangunan di Kota Bandar Lampung, sehingga perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Penelitian tentang" Kebutuhan dan Alokasi Pengembangan Permukiman di Kota Bandar Lampung" bertujuan untuk mengetahui trend kebutuhan rumah dan lahan untuk permukiman di Kota Bandar Lampung, mengindentifikasi ketersediaan lahan permukiman di Kota Bandar Lampung dan memprediksi alokasi ketersediaan lahan untuk kebutuhan permukiman. Penelitian ini menggunakan metode analisa data sekunder dari sumber resmi berupa data dan laporan laporan yang telah diterbitkan oleh instansi pemerintah baik pada tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten atau kota. Teknik yang digunakan adalah menghitung proyeksi jumlah penduduk, sedangkan untuk menghitung proyeksi jumlah rumah tangga dan jumlah lahan yang dialokasikan untuk lahan permukiman pada tahun proyeksi digunakan perhitungan pertumbuhan penduduk eksponensial. Potensi pengembangan daerah permukiman diukur dengan metode Hansen, hal tersebut perlu diperhitungkan untuk mengetahui ketersediaan lahan kosong (Holding Capacity) dengan satuan ha dan indeks aksesibilitas. Hasil kedua teknik tesebut dilakukan perhitungan alokasi kebutuhan lahan untuk permukiman dengan gravitasi potensial. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pada tahun 2010-2015 jumlah penduduk Kota Bandar Lampung meningkat. Pertumbuhan penduduk rata-rata dengan metode eksponensial sebesar 1,7% per tahun, sehingga terjadi peningkatan jumlah kebutuhan rumah dan lahan permukiman. Peningkatan kebutuhan jumlah rumah tambahan pada tahun 2010 sebesar 32045 unit rumah dan pada tahun 2015 sebesar 80029 unit rumah. Peningkatan jumlah lahan permukiman pada tahun 2010 sebesar 493 ha dan pada tahun 2015 sebesar 1.232 ha. Kecamatan kecamatan yang ada di Kota Bandar Lampung memiliki karakteristik yang berbeda beda dari segi aksesibilitas, topografi, luas lahan, jumlah penduduk, pertambahan penduduk, dan penyebaran penduduk sehingga kemampuan tiap kecamatan berbeda dalam mengakomodasi kebutuhan lahan. Namun secara keseluruhan Kota Bandar Lampung masih mampu untuk mengakomodasi kebutuhan lahan permukiman pada tahun 2010-2015 namun pengalokasian lahan untuk perencanaan permukiman lebih terbatas karena banyak kecamatan yang yang sudah tidak bisa menampung ledakan penduduk. Implikasi kebijakan yang dapat diambil dalam perencanaan pengembangan permukiman di Kota Bandar Lampung adalah sektor permukiman di Kota Bandar Lampung perlu perencanaan yang terpadu karena perencanaan ini melibatkan semua pihak terutama mengenai kesesuaian lahan untuk permukiman untuk menghindari bencana alam seperti banjir dan tanah longsor menuju pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Settlement is very important sector in development of Bandar Lampung city so the settlement needs attention from any sector. This research title is " The Settlement Needs and Allocation of Settlement Development In Bandar Lampung" The aim of this research are knowing the trend of housing needs in Bandar Lampung city, to identify the allocation of land settlement in Bandar Lampung city and to predict the allocation of land for settlement needs. The method of this research was analyze the secondary data from formal source such as data and report which have published by government and institutional. The Technique by calculate the population by exponential population growth to measure the population in year projection. To measure the sum of family and sum of land allocated for lad settlement in year projection with any assumption. After that to measure the potential growth land settlement use hansen method. It is needs calculated for knowing the availability of holding capacity and than from the second technique to measure the land settlement available with accessibility index method and potential population gravity The result is population in projection year increase along the sum of land and housing needs in 2010-2015. The average of population growth is 1,7% per year. In year projection 2010 the sum of housing needs is 32045 units and in year projection 2015 the sum of housing needs 80029 units. In year projection 2010 the sum of land settlement needs is 493 ha and in 2015 the sum of land settlement needs 1.232 ha. The subdistricts in Bandar Lampung City has different character in accessibility, topography, sum of land and population so that ability of every subdistrict is differ to accommodate the land needs. Nevertheless generally Bandar Lampung city can accommodate the needs of land in projection year. The implication of policy can be taken in development plan of settlement in Bandar Lampung City was the settlement sector in Bandar Lampung city needs integrated planning because of settlement plan involve all sector especially in suitable land for settlement to avoid from natural disaster such as floods and landslide. So that the development be environment knowledge and sustainable
Kata Kunci : Pengembangan Permukiman,Bandar Lampung