Laporkan Masalah

A Feminist Reimagining of 1984: Revisionary Ratios and Gender Performativity in Julia by Sandra Newman

Adeline Diva Hanjani, Adiba Qonita Zahroh, S.S., M.Litt.

2026 | Skripsi | SASTRA INGGRIS

Genre fiksi distopia seringkali ditulis oleh penulis laki-laki dengan perspektif yang androsentris. Hal ini kerap menghasilkan narasi yang berpusat pada pengalaman laki-laki dan mengabaikan suara perempuan. Karya George Orwell, 1984, tidak luput dari kritik ini. 1984 dikritik karena penggambaran karakter perempuannya yang terbatas dan mengobjektifikasi, terutama Julia, yang penggambarannya dibatasi oleh sudut pandang Winston Smith dan narasi yang patriarkal. Julia karya Sandra Newman menghadirkan revisi feminis terhadap kanon distopia Orwell dengan memusatkan narasi pada Julia dan perempuan di Oceania. Novel ini juga menyoroti cara mereka menghadapi pengawasan konstan, pengendalian tubuh, dan kontrol ideologis. Penelitian ini menggunakan objective theory dari M. H. Abrams dan teori anxiety of influence dari Harold Bloom untuk menganalisis bagaimana Newman menantang dan menafsirkan ulang unsur-unsur intrinsik 1984 dengan memusatkan kembali cerita pada perspektif Julia. Penggunaan rasio revisi Bloom oleh Newman, khususnya askesis, tessera, clinamen, daemonization, dan kenosis, mengungkap keterbatasan teks Orwell, terutama bagaimana pengalaman perempuan diabaikan oleh perspektif laki-laki. Untuk memperdalam analisis, teori gender performativity oleh Judith Butler digunakan untuk meneliti lebih lanjut cara karakter perempuan Newman menjalani hidup mereka di bawah pimpinan The Party. Dengan menganalisis bagaimana pengawasan konstan, objektifikasi tubuh, dan penekanan terhadap hubungan berdampak pada perempuan, penelitian ini juga mengungkap dimensi gender dari kehidupan di bawah rezim patriarkal yang represif. Melalui kombinasi rangka teoretis tersebut, penelitian ini menempatkan Julia tidak hanya sebagai teks turunan dari 1984, tetapi juga sebagai intervensi ideologis yang mengungkap batasan patriarkal dari genre distopia, serta memperluas batasan bentuk-bentuk perlawanan yang kerap diabaikan yang dilakukan oleh perempuan di bawah kekuasaan otoriter.

Dystopian fiction is often written by male authors through androcentric perspectives. This often results in narratives that center male experiences while marginalizing women’s voices. George Orwell’s 1984 is not exempt from this criticism. The work was critiqued for its limited and objectifying depiction of female characters, particularly Julia, whose existence is restricted by Winston Smith’s gaze and the narrative’s patriarchal framing. Sandra Newman’s Julia offers a feminist revision to Orwell’s dystopian canon by focusing the narrative on Julia and women in Oceania. The novel also highlights how they navigate through constant surveillance, bodily regulation, and ideological control. This research employs M. H. Abrams’s objective theory and Harold Bloom’s theory of the anxiety of influence to examine how Newman challenges and creatively misreads 1984’s intrinsic elements by recentering the story to Julia’s own perspective. Newman’s use of Bloom’s revisionary ratios, particularly askesis, tessera, clinamen, daemonization, and kenosis, exposes the limitations of Orwell’s original text, particularly in how women’s experiences are sidelined under the male perspective. To deepen the analysis, Judith Butler’s gender performativity theory is used to further analyze how Newman’s female characters tactically navigate their life under the Party’s rule. By examining how constant surveillance, bodily objectification, and suppression of intimacy affect women, this research also reveals the gendered dimensions of living under an oppressive, patriarchal regime. Through the combination of these theoretical frameworks, the study positions Julia not only as a derivative text of 1984 but also as an ideological intervention that exposes the patriarchal limits of the dystopian genre, expanding boundaries on the often-overlooked forms of resistance practiced by women living under authoritarian power.

Kata Kunci : 1984, Anxiety of Influence, feminist revision, Gender Performativity, Julia

  1. S1-2026-498274-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498274-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498274-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498274-title.pdf