Proses pemagangan tenaga kerja ke Jepang di Daerah Istimewa Yogyakarta
Khalida Fitri, Drs. Sukamdi, M.Sc
2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pemagangan tenaga kerja Indonesia ke Jepang, permasalahan dan dinamika dalam proses tersebut, serta pemanfaatan pendapatan yang telah diperoleh dari hasil bekerja di Jepang. Berbeda dari pengiriman tenaga kerja ke negara-negara lain pada umumnya, pengiriman tenaga kerja ke Jepang lewat program pemagangan ini mempunyai persyaratan dan kriteria terntentu. Salah satu provinsi yang potensial sebagai daerah pengiriman tenaga kerja ke Jepang melalui program magang adalah D.1. Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini lebih ke arah studi dokumen dan data sekunder dengan penambahan informasi kualitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder hasil penelitian dari survey yang dilakukan oleh PSKK UGM (Pusat Studi Kebijakan dan Kependudukan) dan studi kepustakaan. Data kualitatif diperoleh dari in-depth interview dengan tokoh kunci dan observasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif berupa tabel frekuensi. Analisis kualitatif berupa pembahasan secara deskriptif. Hasil dari kajian ini menunjukan bahwa proses pemagangan tenaga kerja ke Jepang bisa melalui dua jalur. Pertama melalui program "G to G", dimana pemerintah (Disnakertrans D.I Yogyakarta) menjadi fasilitator. Kedua untuk non "G to G" pengiriman melalui yayasan pengirim yang telah mendapatkan izin dari Depnakertrans R.I. Hasil lain menyebutkan bahwa salah satu permasalahan dari program magang adalah belum tercapainya tujuan awal program pemagangan sebagai trasformasi teknologi, ilmu pengetahuan dan keterampilan. Terkait masalah pemanfaatan pendapatan dari pemagang, beberapa mantan pemagang memanfaatkan hasil pendapatan mereka untuk membuka usaha ekonomi produktif. Hal lain yang juga penting adalah tindak lanjut pasca pemagangan yang kurang mendapat respon dari pihak-pihak terkait.
The purpose of this study is to review the apprenticeship process of Indonesian labor in Japan regarding with its problems and dynamics and utilization of income generated in Japan. Apprenticeship labor process in Japan is different from other countries since it has certain conditions to be met first. D.1. Yogyakarta is one of the province that which has potential in providing apprenticeship. This research used more up at document study and data with addition of information qualitative. The secundary data used came from surveys by PSKK UGM (Population Studies Center Gadjah Mada University) and literature study. The data then analyzed through frequency table. The data used for qualitative analysis derived from in-depth interview with key persons and observation. Qualitative analysis of data is through descriptive review. The result of this study shows that there are two ways of apprenticeship labor process. The first is through "G to G" Program, which the government (Disnakertrans D.I. Yogyakarta) become the facilitator. The second is through non "G to G" Program by licensed foundations which has permit from Depnakertrans R.1. Other thing that should be noted is the main goal of the internship program which is the knowledge, technology, and skill transfer is not yet achieved. Besides that, some of the ex-apprentice used their income for productive economic activities. Last but not least is there's seems to be little concerns from stakeholders after apprenticeship.
Kata Kunci : magang, Jepang, proses,apprenticeship, Japan, process