Tingkat kecukupan airtanah untuk keperluan domestik di kecamatan Nanggulan
Ivana Fitriani, Umi Listyaningsih, S.Si., M.Si.
2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANKehidupan manusia tidak terlepas dari kebutuhan akan air. Air dipergunakan untuk berbagai keperluan, terutama untuk menjamin kelangsungan hidup manusia. Karena air merupakan kebutuhan yang paling pokok dan harus segera terpenuhi. Keberadaan air sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk, terutama dalam kegiatan alih fungsi lahan. Dari data BPS, Kecamatan Nanggulan tiap tahunnya mengalami kenaikan jumlah penduduk mencapai 2.23%. Dari permasalahan tersebut yang patut menjadi kekhawatiran, adalah terkait dengan ketersediaan airtanah di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar penggunaan airtanah untuk keperluan domestik di Kecamatan Nanggulan, mengetahui distribusi penggunaan airtanah untuk keperluan domestik, mengakaji variasi penggunaan airtanah untuk keperluan domestik, dan tingkat kecukupan airtanah baik dikaitkan dengan kebutuhan sehari-hari maupun dengan ketersediaan air. Teknik sampling dilakukan secara Sampel Acak (Random Sampling). Pengambilan secara acak dipilih karena di daerah penelitian dianggap memiliki sifat-sifat populasi yang homogen, maka populasi yang bersangkutan tersebut akan diambil secara acak. Pengambilannya menggunakan ruang lingkup terkecil yaitu Desa (Kembang, Jatisarono, Wijimulyo, Tanjungharjo, Banyuroto dan Donomulyo). Sampel yang diambil sebanyak 180 responden, yang didapatkan dari pengambilan acak di setiap rumah tangga. Ketersediaan air di Kecamatan Nanggulan sangat cukup, dengan penggunaan rerata airtanah untuk kerperluan domestik per kapita/hari sebesar 141,5 liter/kapita/hari. Jumlah penggunaan air tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok saja, yaitu memasak, mandi, mencuci, minum, menyiram halaman, dan kebutuhan lainnya. Penggunaan tersebut apabila dibandingkan dengan kebutuhan yang harus dipenuhi manusia, daerah penelitian telah menggunakan air secara berlebih. Kebutuhan air yang ditetapkan WHO dalam sehari rata-rata 110 liter/kapita/hari. Meskipun penggunaan air telah melampai batas yang telah ditetapkan, tetapi kondisi air di daerah penelitian sangat cukup/tidak mengalami kekurangan.
Human life cannot apart of need of water. water can use for many purpose especially for performance human life, because water is the major need and it has to fulfilled immediately. Excelsior of population density cause request about grown water. every years Kecamatan Naggulan has increasing about population growth, it readed on BPS's data, that people growth about 2,23%. We should worried about from that iss, is concerned about availability groundwater at this area. That is why Kecamatan Naggulan become a research area. This research has purpose to analyze how much water grown have used for domestical need at Kecamatan Naggulan, to know about water ground distributtion used for domestik need, learning variant of using groundwater for domestik need and groundwater sufficiency level. Sampling tecnique had done in the random sampling. Random sampling has chossen because at the research area has a carateristic homogen population reputed, an than the population above will taken in a random. Each desa will take at Kecamatan Nnaggulan with smaller are that is desa (Kembang, Jatisaroo, Wijimulyo, Tanjungharjo, Banyuroto, and Donomulyo). Number of sample about 180 reponden, have from random taking at each house hold. Average used groundwater for domestik per kapita/day at Kecamatan Naggulan in the amount of 141,5 liter /perkapita/day. This kondition has over limited of what WHO had appointed, that average of human need for water is 110 liter/kapita/day. In a water use distribution at Desa Jatisarono is the most than the other desa. Altough using water has over the limit that has been appointed, but the water condition at research area well enough or not see short comming.
Kata Kunci : penggunaan air, distribusi aitanah, tingkat kecukupan air