Laporkan Masalah

Dampak perkembangan kota Wates terhadap resapan airtanah

Isfahan Pahreza H., Drs. S. Sutanto B.R., M.S.; Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si.

2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Proses pengisian air tanah merupakan hasil dari interaksi komponen hidrologi dengan penggunaan lahan di permukaannya Peningkatan jumlah penduduk dan perubahan penggunaan lahan akan meningkatkan konversi lahan ke lapisan kedap air. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya perubahan resapan airtanah dalam kurun waktu tertentu. Alasan memilih kota Wates karena merupakan salah satu pusat kota yang sedang berkembang cukup besar dalam waktu terakhir ini. Data dikumpulkan dengan observasi lapangan dan analisis laboratorium. Data koefesien resapan dicari dengan menggunakan rainfall simulator yang telah di sampling pada tiap bentuklahan, setelah itu dapat dihitung untuk mendapatkan nilai resapan total untuk satu kota Wates. Penggunaan lahan yang sama pada bentuklahan yang berbeda akan menghasilkan nilai resapan yang berbeda, sehingga nilai resapan juga tergantung pada luasan bentuklahan tersebut. Nilai resapan paling besar terdapat pada penggunaan lahan sawah dan tegalan pada dataran banjir dan nilai resapan yang terendah terdapat pada penggunaan lahan kebun di dataran banjir, tegalan di lereng kaki rombakan dan tegalan di dataran alluvial. Hasil penelitian ini adalah penurunan nilai resapan air total untuk satu kota Wates adalah selama 8 tahun (1992-2000) adalah 15,06%

Groundwater recharging is output interaction between hydrology component and landuse on the surface. The increasing amount of people and the changing of landuse will increase land coversion to the impervious layer. The objective of this research is to know the volume changing of groundwater recharge at different time. The reason of choosing Wates city is because of it is one of the city center that growing greatly at the last time The data collected by field observation and laboratory analyze. The data of recharge coeffecient are colllected by rainfall simulator that has been sampling each landform, then it can be counted to get total recharge of Wates city. The same of landuse at different landform will produce different recharge value, so the recharge value also depends on the wide of landform. The biggest of recharge value is at the ricefield and dryfield of floodplain and the smallest of recharge value is at the plantation of floodplain, the dryfield of denudasional footslope and alluvial plain. The result of this research is the decreasing of total recharge value for Wates city is for 8 years (1992-2000) is 15,06%.

Kata Kunci : penggunaan lahan, bentuklahan, resapan airtanah,landuse, landform, groundwater recharge

  1. S1-2008-167680-Abstract.pdf  
  2. S1-2008-167680-Bibliography.pdf  
  3. S1-2008-167680-TableofContent.pdf  
  4. S1-2008-167680-Title.pdf