Laporkan Masalah

Hubungan Pengetahuan dengan Persepsi Masyarakat mengenai Obat Palsu: Survei di Kabupaten Sleman

Farah Dea Arha Rohmah, Dr. apt. Nunung Yuniarti, S.F., M.Si ; Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, S.Farm., M.Kes

2026 | Skripsi | FARMASI

Keberadaan obat yang aman, bermutu, dan terjamin keasliannya merupakan aspek mendasar dalam pelayanan kesehatan. Meski demikian, peredaran obat palsu masih menjadi tantangan di Indonesia karena dapat menimbulkan kegagalan terapi, efek samping serius, serta menggerus kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan. Tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat memiliki peranan penting dalam menentukan kewaspadaan terhadap risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara karakteristik sosiodemografi, pengetahuan, dan persepsi masyarakat mengenai obat palsu di Kabupaten Sleman.

Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring. Instrumen terdiri dari pertanyaan pengetahuan menggunakan skala Guttman dan pertanyaan persepsi yang dinilai menggunakan skala Likert empat poin. Pemilihan responden dilakukan melalui convenience sampling, menghasilkan 139 partisipan yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan secara deskriptif serta menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s exact test dengan tingkat signifikansi 95% melalui perangkat lunak Jamovi 2.6.44.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin (p = 0,037), usia (p = 0,005), dan pendidikan terakhir (p = 0,017) memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan mengenai obat palsu. Sedangkan, pada aspek persepsi, jenis kelamin (p = 0,039) dan usia (p = 0,048) juga terbukti berhubungan signifikan. Selain itu, ditemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan persepsi masyarakat (p = 0,003), di mana seluruh responden dengan pengetahuan tinggi menunjukkan persepsi positif. Secara umum, sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (85,6%) dan persepsi positif terhadap obat palsu (97,8%). Hasil ini menekankan pentingnya peningkatan literasi obat dan penyuluhan kesehatan secara berkelanjutan untuk memperkuat kewaspadaan masyarakat dan meminimalkan risiko peredaran obat palsu di Kabupaten Sleman. 

The availability of safe, high-quality, and authentic medicines is a fundamental aspect of healthcare. However, the circulation of counterfeit drugs remains a challenge in Indonesia, as it can lead to therapeutic failure, serious side effects, and erode public trust in the healthcare system. Public knowledge and perception play a crucial role in determining awareness of these risks. This study aims to determine the relationship between sociodemographic characteristics, public knowledge, and perceptions regarding counterfeit drugs in Sleman Regency.

This study used a cross-sectional design with data collection via an online questionnaire. The instrument consisted of knowledge questions using the Guttman scale and perception questions assessed using a four-point Likert scale. Respondents were selected through convenience sampling, resulting in 139 participants who met the inclusion criteria. Analysis was descriptive and utilized the Chi-square test and Fisher's exact test with a 95% significance level using Jamovi 2.6.44 software. 

The results showed that gender (p = 0.037), age (p = 0.005), and highest level of education (p = 0.017) were significantly associated with knowledge regarding counterfeit drugs. Meanwhile, in terms of perception, gender (p = 0.039) and age (p = 0.048) were also significantly associated. Furthermore, a significant relationship was found between public knowledge and perception (p = 0.003), with all respondents with high levels of knowledge demonstrating positive perceptions. In general, the majority of respondents had high levels of knowledge (85.6%) and positive perceptions of counterfeit drugs (97.8%). These results emphasize the importance of continuously improving drug literacy and health education to strengthen public awareness and minimize the risk of counterfeit drug distribution in Sleman Regency. 

Kata Kunci : obat palsu, sosiodemografi, pengetahuan, persepsi, Sleman

  1. S1-2026-497414-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497414-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497414-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497414-title.pdf