Evaluasi kelayakan atas pemekaran Kabupaten Aceh Singkil dan kesiapan Subulus Salam Kecamatan Simpang Kiri menjadi daerah kota
ASSANI, Asrul, Dra. Sri Handaru Yuliati, MBA
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk Menilai Kelayakan Pemekaran Kabupaten Aceh Singkil dan Menilai Kesiapan Subulus Salam Kecamatan Simpang Kiri Menjadi Daerah Kota yang Otonom dengan menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah. Sebagai ukuran penilaian untuk penelitian pemekaran daerah berdasarkan Peraturan Pemerintah tersebut terdapat 7 (tujuh) kriteria yaitu: Kemampuan Ekonomi, Potensi Daerah, Sosial Budaya, Sosial Politik, Jumlah Penduduk, Luas Daerah, dan lain-lain yang memungkinkan untuk penyelenggaraan pemerintah dan terdiri dari 42 (empat puluh dua) sub indikator. Data yang digunakan data sekunder berupa dokumentasi dan laporan didapat dari beberapa Instansi Dinas dan Sekretariat Pemda Kabupaten Aceh Singki, serta BPS Kabupaten Aceh Singkil, data yang dianalisis data tahun 2003. Alat analisis yang digunakan adalah metode rata-rata untuk 3 (tiga) sub indikator dari indikator kemampuan ekonomi, sedangkan subindikator yang lain berjumlah 39 (tiga puluh sembilan) menggunakan metode distribusi dengan mempertimbangkan kemencengan kurva sebaran data. Setiap sub indikator diberi penilaian berupa skor dari 1 (satu) sampai dengan 6 (enam) dan penentuan lulus tidaknya suatu daerah dapat dimekarkan mayoritas subindikator mendapatkan skor 4 (empat) yaitu skor rata-rata. Adapun penentuan skor didasarkan perbandingan antara calon kota dalam hal ini Kota Subulus Salam dengan kabupaten induknya yaitu Kabupaten Aceh Singkil. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai skor rata-rata setiap subindikator diatas skor 4 (empat), kecuali pada kriteria kemampuan ekonomi subindikatornya di atas rata-rata yaitu mendapat skor 6 (enam), namun demikian ada juga subindikator yang mendapat skor dibawah rata-rata yaitu jumlah hotel dan akomodasi lainnya, jumlah objek wisata, persentase penduduk yang bekerja, rasio pegawai negeri sipil terhadap penduduk, jumlah organisasi kemasyarakatan, ratarata jarak kecamatan kepusat pemerintahan dan rata-rata lama waktu perjalanan dari kecamatan kepusat pemerintahan. Kesimpulan yang dapat dikemukakan, bahwa Kabupaten Aceh Singkil layak untuk dimekarkan dan Kelayakan Calon Kota Subulus Salam Kecamatan Simpang Kiri menjadi kota yang otonom tidak layak atau siap. Saran yang dapat diberikan adalah agar Pemerintah Daerah melakukan koordinasi dengan dinas, instansi terkait lainnya untuk dapat meningkatkan Kemampuan Daerah minimal seperti yang terdapat di dalam subsubindikator pada Peraturan Pemerintah tersebut.
The aim of this research is to evaluate feasibilities of dividing Aceh Singkil Regency into two regions and to evaluate readiness of Subulus Salam Simpang Kiri Sub district to become an autonomous city by using the Year 2000 No. 129 governmental regulations regarding conditions of forming and criteria of developing, abolishing and merging regions. The measurement of evaluation is based on the above mentioned governmental regulations composing of seven (7) criteria, that is to say, economical abilities, regional potentials, social practices, social politics, number of population, area of regency and others which could make possible to form a government and are composed of forty two (42) sub indicators. Secondary data in the year of 2003 are going to be used, which can be in form of documentations and reports obtained from several departments and agencies and the secretary of Aceh Singkil Government, along with BPS of Aceh Singkil Regency. In this research, average method for three (3) sub indicators from economical abilities is going to be used to analyze the data while other sub indicators totaling 39 will be analyzed by using distribution method by comparing skew ness of curves. Furthermore each sub indicator will be given a score value from 1 to 6 and making decision about whether one region has been succeed or not is based on scores of sub indicators obtained which have to be above the average score which is 4. Deciding scores is based on the comparison of candidate cities, in this research, between Subulus Salam city and Aceh Singkil Regency. According to the research results, the average score values of each sub indicator are above 4 (four) except for the criteria of economic capabilities, that is to say, the scores are more than 6 which is higher than the average. Nevertheless there are also sub indicators the values of which are less than the average, such as for numbers of hotels and other accommodations, number of tourist points, percentage of working populations, ratio of civil servant to populations, number of social organizations, average distance from sub-district to local central government and average time required from sub district to local central government. This research shows that dividing Aceh Singkil Regency is feasible and candidate city, Subulus Salam Simpang Kiri Sub district to become an autonomous city is not feasible or not ready. Suggestions which can be given are as follows: local government needs to make coordination with concerning departments, agencies to improve minimal local government abilities included in sub indicators in the above mentioned government regulations.
Kata Kunci : Pemekaran Wilayah,Kemampuan Ekonomi