Fungsi Komunikasi Keluarga dalam Memoderasi Peran Teman Sebaya Nakal terhadap Masalah Perilaku Remaja Laki-Laki Usia 14-17 Tahun di Yogyakarta
Aisha Nindi Wulansari, Dr. Heru Subekti, S.Kep., Ns., MPH. ; Martina Sinta Kristanti, S.Kep., Ns., Ph.D.
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia produktif yang sedang mengalami masa transisi dan rentan terhadap masalah perilaku. Faktor lingkungan, teman sebaya dan pola komunikasi dalam keluarga membentuk perilaku remaja. Teman sebaya dapat berperan sebagai faktor risiko, sedangkan komunikasi keluarga merupakan salah satu faktor pelindung remaja. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji tentang perann komunikasi keluarga dalam memoderasi pengaruh teman sebaya terhadap masalah perilaku remaja.
Tujuan: Mengetahui hubungan peran teman sebaya dengan masalah perilaku yang dimoderasi oleh komunikasi keluarga.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain retrospektif case-control dengan data sekunder yang berasal dari penelitian payung sebelumnya. Sampel terdiri dari 105 remaja laki-laki usia 14-17 tahun yang dibagi ke dalam kelompok kasus (n=35) dan kontrol (n=70) dengan matching usia 1:2. Masalah perilaku remaja diiukur menggunakan Self Report Delinquency (SRD), peran teman sebaya nakal menggunakan Kuesioner Konformitas Teman Sebaya, dan fungsi komunikasi keluarga menggunakan kuesioner komunikasi dalam keluarga. Analisis data menggunakan uji chi-square dan moderate regression analysis untuk menguji efek moderasi.
Hasil: Terdapat hubungan antara peran teman sebaya nakal dengan masalah perilaku secara statistik (p = 0,006). Terdapat hubungan signifikan antara komunikasi keluarga dengan masalah perilaku (p = 0,017). Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara ketiga variabel yaitu fungsi komunikasi keluarga sebagai variabel yang memoderasi hubungan peran teman sebaya nakal dengan masalah perilaku (p = 0,043).
Kesimpulan: Komunikasi keluarga berperan penting dalam mengurangi pengaruh negatif teman sebaya terhadap perilaku remaja.
Background: Adolescents are a productive age group undergoing a transitional phase and are vulnerable to behavioral problems. Environmental factors, peer influence, and family communication patterns shape adolescent behavior. Peers can act as a risk factor, while family communication serves as a protective factor for adolescents. Therefore, it is important to examine the role of family communication in moderating the influence of peers on adolescent behavioral problems.
Objective: To examine the relationship between delinquent peer influence and behavioral problems moderated by family communication.
Method: This retrospective case-control study used secondary data obtained from a previous study. The sample comprised 105 male adolescents aged 14-17 years, including 35 cases and 70 controls with 1:2 age matching. The instrument used included the Self Report Delinquency Questionnaire to measure behavioral problems, the Peer Conformity Questionnaire to measure the role of delinquent peers, and the Family Communication Questionnaire to measure family communication. Data were analyzed using the chi-square statistical test to determine the relationship between variables, and the moderate regression analysis test to identify family communication as a moderator.
Results: A significant relationship was found between delinquent peer influence and behavioral problems (p = 0,006). There is a significant relationship between family control and behavioral problems (p = 0,017). The results revealed a significant relationship among the three variables, with family communication as a moderating variable between delinquent peer influence and behavioral problems (p = 0,043).
Conclusion: Family communication plays an important role in reducing the negative influence of peers on adolescent behavior.
Kata Kunci : Komunikasi Keluarga, Peran Teman Sebaya Nakal, Masalah Perilaku