Laporkan Masalah

Analisis penggunaan tertinggi dan terbaik (Highest and Best Use) lahan pasang surut (Submerged Land) :: Studi kasus lahan kosong di Komplek Beringin Kota

HENDRIYANTO, Seno, Dr. Fahmy Radhi, MBA

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian penggunaan tertinggi dan terbaik (highest and best use) pada tanah kosong daerah pasang surut di Komplek Beringin dilakukan dengan analisis legal, analisis fisik dan analisis keuangan. Pada analisis legal peraturan pusat dan daerah dipakai sebagai batasan dalam menentukan penggunaan yang sesuai. Analisis fisik dilakukan dengan melihat faktor atribut fisik dan faktor lokasi, pada analisis atribut fisik digunakan metode checklist dan tabel konklusi untuk menemukan jenis kegunaan terbaiknya sedangkan pada analisis lokasi digunakan treshold testing dengan rating grid. Dari kedua hasil analisis dilakukan analisis rekonsiliasi sehingga diperoleh alternatif penggunaan yang memungkinkan. Analisis selanjutnya adalah analisis permintaan dan penawaran pasar, serta analisis kelayakan keuangan untuk setiap usulan penggunaan. Data yang akan dianalisis terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data pendapatan dan pengeluaran yang diajukan sebagai alternatif penggunaan, sedangkan atribut fisik meliputi ukuran luas, bentuk lahan, topografi, utilitas dan lain-lain diperoleh melalui observasi langsung. Data sekunder diperoleh dari beberapa kantor pemerintah di Kota Tarakan antara lain BPS, BAPPEDA, KP PBB dan Dinas Perikanan. Dari hasil analisis didapatkan tiga usulan penggunaan yang layak dan memungkinkan yaitu penggunaan balai benih udang, pasar dan taman kota. Setelah dilakukan analisis keuangan dengan indikator kelayakan keuangan berupa Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Pay Back Period (PBP) dan Benefit Cost Ratio (BCR), maka usulan penggunaan balai benih udang lebih baik dibandingkan usulan pasar dan taman kota sehingga alternatif penggunaan balai benih udang merupakan penggunaan yang paling optimal.

Research of highest and best use at vacant submerged land in Komplek Beringin conducted with legal analysis, physical analysis and financial analysis. At legal analysis, central regulation and region regulation used as definition in determining appropriate usage. Physical analysis conducted by seen physical attribute factor and location factor, at physical attribute analysis used method of checklist and conclusion tables to find best usefulness type while at location analysis used thresholds testing with rating grid. From both analysis result conducted reconciliation analysis so that obtained conducive usage alternative. Analysis hereinafter is market supply analysis and market demand analysis, and also finances feasibility analysis for each usage proposal. Data which be analyzed consist of primary data and secondary data. Primary data cover earnings data and expenditure that is raised from alternatively usage, while physical attribute cover width, landform, topography, utility, etc obtained by direct observation. Secondary data obtained from some governmental offices in Tarakan for example BPS, BAPPEDA, KP PBB and Dinas Perikanan. Study found that three conducive and competent usage proposals that is usage of hatchery, community retail and town park. After conducted financial analysis with finance feasibility analysis indicator in the form of Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Pay Back Period (PBP) and of Benefit Costs Ratio (BCR), hence proposal hatchery usage was better compared to community retail proposal and town park so earn alternative usage of hatchery represent most optimal usage.

Kata Kunci : Lokasi Lahan,Tanah Kosong,Nilai Pasar


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.