BINARY DETECTION DALAM PENDEKATAN RANDOM FOREST DAN METODE NON-MACHINE LEARNING UNTUK AKURASI PEMBACAAN MEDIUM ROAST
Reyhan Fajar Wicaksono, Ariesta Martiningtyas H, S.Si., M.Cs **
2026 | Tugas Akhir | D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol
Kopi merupakan salah satu komoditas dalam indsutri
pertanian, dengan kualitas biji kopi yang sangat dipengaruhi oleh proses
penyangraian. Penilaian tingkat kematangan biji kopi selama proses ini umumnya
dilakukan secara visual oleh ahli sangrai, namun metode ini rentan terhadap pencahayaan
ruangan karena dilakukan secara subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan sistem pembacaan berbasis citra digital yang dapat membaca
presentase kemiripan pada tingat sangrai biji kopi secara real-time, khususnya
pada level medium roast, dengan menggunakan dua pendekatan utama: metode
berbasis machine learning dan non-machine learning. Pendekatan machine
learning menggunakan algoritma random forest yang menggabungkan
fitur warna RGB dan HSV untuk mengidentifikasi pola warna pada permukaan biji
kopi, sedangkan non-machine learning bergantung pada analisis warna manual
dengan nilai RGB yang dipilih langsung oleh ahli sangrai. Hasil dari percobaan
yang dilakukan menunjukkan akurasi pembacaan kemiripan warna non-machine
learning mencapai 98.23%, terutama pada kondisi pencahayaan yang stabil. Sementara
itu, model machine learning menunjukkan pembacaan yang lebih stabil
dalam menghadapi variasi pencahayaan, dengan hasil yang lebih konsisten meski
sedikit lebih rendah dalam akurasi kemiripan yang mencapai di angka 98.15%.
Coffee is a
significant agricultural commodity, and the quality of its beans is highly
dependent on the roasting process. Traditionally, the maturity level of roasted
coffee beans is assessed visually by expert roasters, however this approach is
often influenced by ambient lighting dan personal judgement, making it
inherently subjective. This research aims to develop a real-time digital
imaging system that’s capable of determining the precentage similiarity of
coffee bean roast levels, with a particular focus on medium roast, using two
different approaches: machine learning and non-machine learning techniques. The
machine learning method applies a random forest algorithm that utilises both
RGB dan HSV color feature to recognize characteristic colour patterns on the
surface of the beans. In contrast, the non-machine learning approache depends
on manually selected RGB reference values determined by experienced coffee
roasters. The experimental findings reveal that’s the non-machine learning
method achieves a similiarity accuracy of 98.23%, especially under consistent
lighting conditions. Meanwhile, the machine learning model delivers mode stable readings when exposed to varying / variety light instensities, producing result
that are more consistent overall, with slightly lower accuracy of 98.15%.
Kata Kunci : Computer Vision, Random Forest Classifier, Supervised Learning, Coffee Roasting, Komparasi sistem akurasi pembacaan