Laporkan Masalah

Kesenjangan antar Propinsi di Indonesia, Tahun 1980-2003

AKAGUMA, Keiko, Prof.Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) tingkat kesenjangan antarprovinsi di Indonesia dengan pendekatan Index Williamson; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesenjangan tersebut. Faktor-faktor tersebut diuji dengan menggunakan regresi Error Correction Model (ECM). Data yang digunakan untuk menghitung Index Williamson adalah data PDRB/PDB per kapita, data jumlah penduduk provinsi dan Indonesia 1980–2003. Untuk regresi ECM digunakan data pengeluaran pembangunan nasional, data investasi swasta in Indonesia, laju pertumbuhan ekonomi dan Official Development Assistance (ODA) Jepang tahun 1980–2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesenjangan antarprovinsi di Indonesia pada periode 1980–2003 dengan migas berkisar antara 0,7165 (tahun 1996) sampai 0,9334 (tahun 1980) dan tanpa migas berkisar antara 0,4236 (tahun 1980) dan 0,7590 (tahun 1999). Rata-rata index Williamson 1980-2003 dengan migas sebesar 0,7829 sementara tanpa migas sebesar 0,6381. Tingkat kesenjangan dengan migas cenderung menurun dengan waktu sedangkan tingkat kesenjangan tanpa migas cendurung semakin meningkat. Hasil penelitian regresi ECM menunjukan bahwa dalama jangka pendek semua variabel dengan lag satu tahun secara significan berpengaruh pada menguranginya tingkat kesenjangan antarprovinsi. Dalam jangka panjang yang signifikan mempengaruhi adanya kesenjangan antarprovinsi adalah semua variabel, di mana apabila pengeluaran pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan ODA meningkat kesenjangannya akan menurun dan apabila investasi swasta meningkat maka kesenjangannyapun akan meningkat.

The purpose of this research is to analyze: (1) degree of disparity among provinces in Indonesia with Williamson Index approach; (2) factors influencing the degree of disparity by using Error Correction Model (ECM) regression. Data used to calculate Williamson Index are GRDP/GDP per capita, number of populations in each province and in Indonesia as a whole from 1980 to 2003. Data from 1980 to 2003 on national development expenditure, private investment in Indonesia, economic growth and ODA from Japan are used for ECM regression analysis. According to the results, the degree of disparity with oil and gas among provinces in Indonesia from 1980 to 2003 ranges from 0.7165 (in 1996) to 0.9334 (in 1980) and from 0.4236 (in 1980) to 0.7590 (in 1999) without oil and gas. The average of the index with oil and gas is 0.7829 and that without oil and gas is 0.6381. The degree of disparity with oil and gas tends to decrease with time while that without oil and gas tends to increase. Results from the ECM regression analysis shows that in terms of short term, all variables with one year lag can influence the degree of interprovincial disparity by decreasing it. In long term all variables are significant influencing the degree of interprovincial disparity in Indonesia. If the development expenditure, economic growth and Japan ODA increase, the degree of disparity will decrease and if the private investment increases, it will also increase.

Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi,Kesenjangan Antar Provinsi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.