From Sign to Meaning: A Semiotic Analysis of Bjorka Related Memes
Rizki Akbar Perdana, Nur Endah Nugraheni, S.S., M.A.
2025 | Tugas Akhir | D4 BAHASA INGGRIS
Penelitian ini menganalisis meme Bjorka yang beredar di media sosial Indonesia sebagai bentuk komentar sosial digital terhadap isu tata kelola keamanan siber. Penelitian ini menggunakan kerangka semiotika Roland Barthes yang mencakup tingkat denotasi, konotasi, dan mitos, serta memperluas analisis melalui perspektif Shifman (content, form, dan stance) dan Jenkins (participatory culture). Pendekatan ini digunakan untuk memahami bagaimana makna dibangun, disirkulasikan, dan diperkuat secara sosial melalui praktik meme. Data penelitian berupa sepuluh meme berbasis gambar yang dipilih secara purposive, dari 1 – 30 September 2022. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola visual dan tekstual yang berulang, yang membingkai respons institusional terhadap kebocoran data sebagai bersifat simbolik dan tidak efektif, serta mengundang pembacaan ironis dari publik. Temuan ini menunjukkan bahwa meme – meme terkait Bjorka tidak berfungsi semata sebagai hiburan, melainkan sebagai budaya partisipatif yang memungkinkan pengguna secara kolektif mengekspresikan sikap skeptis dan kritik terhadap tata kelola keamanan siber di Indonesia.
This study analyzes Bjorka related memes circulating on Indonesian social media as forms of digital social commentary on cybersecurity governance. Employing Roland Barthes’ semiotic theory of denotation, connotation, and myth, and extending further the analysis through Shifman’s concepts of content, form, and stance alongside Jenkins’ notion of participatory culture, the study examines how meanings are constructed, circulated, and socially shared through meme practices. Ten image-based memes were selected purposively, and collected from various social media platform between 1st - 30th September 2022. The findings indicate recurring visual and textual patterns, such as government figures, cybersecurity-related symbols, and Bjorka’s profile image, that convey implied criticism through irony and parody. Furthermore, standardized meme forms and participatory remix practices enable rapid circulation and collective meaning-making, with public comments often echoing the memes’ stance. The study concludes that Bjorka related memes function not merely as humorous artifacts but as participatory cultural texts that articulate and amplify public skepticism toward cybersecurity governance.
Kata Kunci : Bjorka, Meme, Semiotics, Social Critique