Hubungan Indonesia-Yugoslavia: Politik, Militer, dan Ekonomi dalam Perspektif Indonesia 1948-1965
Siti Nurdianti, Dr. Wildan Sena Utama, M.A
2026 | Tesis | S2 Sejarah
Yugoslavia merupakan negara komunis independen di Eropa Timur yang
pernah eksis pada abad ke-20. Sama halnya dengan Indonesia, Yugoslavia menganut
politik luar negeri independen, sehingga kedua negara ini menjadi dekat
sekaligus membangun Gerakan Non-Blok tahun 1961. Kedua negara ini memiliki
hubungan sejarah yang sangat kaya. Sejak awal menjalin hubungan diplomatik pada
tahun 1948 hingga 1965, hubungan kedua
negara ini berkembang menjadi sangat intensif, yang didorong oleh kedekatan
pandangan politik antara Sukarno dan Josip Broz Tito. Kedekatan tersebut
tercermin dalam kerja sama bilateral yang luas, mencakup diplomasi politik,
dukungan militer, dan upaya memperkuat hubungan ekonomi di tengah dinamika
Perang Dingin.
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan
sejarah diplomasi politik serta kerja sama militer dan ekonomi antara
Indonesia-Yugoslavia pada periode 1948 hingga 1965 dari perspektif Indonesia. Penelitian
ini dilakukan menggunakan metode sejarah yang terdiri dari
heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Pendekatan Sejarah
Internasional digunakan dalam penelitian ini untuk melihat bagaimana Indonesia
dan Yugoslavia berinteraksi sebagai dua negara berdaulat dan bekerja sama untuk
mewujudkan hubungan bilateral yang independent dari pengaruh blok besar.
Hasil penelitian ini adalah pola hubungan Indonesia-Yugoslavia bermula
solidaritas politik yang berkembang menjadi kerja sama praktis. Di bidang
politik, Yugoslavia memberikan dukungan diplomatik dan moral bagi perjuangan
antikolonialisme di Indonesia untuk peristiwa PRRI/Permesta dan perjuangan
Irian Barat. Di bidang militer, penelitian mengidentifikasi bentuk-bentuk
dukungan dan kerja sama meliputi pertukaran misi, pelatihan, pengiriman
instruktur, hingga pengadaan alutsista. Di bidang ekonomi dan perdagangan,
penelitian ini menganalisis dinamika perdagangan bilateral, skema kredit, dan
proyek industri yang dikerjakan Yugoslavia di Indonesia.
Yugoslavia was an
independent communist state in Eastern Europe that existed throughout the 20th
century. Similar to Indonesia, Yugoslavia pursued an autonomous foreign policy,
which fostered a close relationship between the two countries and contributed
to the founding of the Non-Aligned Movement in 1961. Indonesia and Yugoslavia
shared a rich historical relationship. During Indonesia’s Guided Democracy era
(1959–1965), bilateral relations deepened significantly, driven by the
ideological and political affinity between President Sukarno and President
Josip Broz Tito. This closeness was reflected in extensive cooperation that
encompassed political diplomacy, military support, and efforts to strengthen
economic ties amid the broader dynamics of the Cold War.
This research aims to
examine the history of political diplomacy, as well as military and economic
cooperation, between Indonesia and Yugoslavia during the Guided Democracy
period. The study employs historical methods consisting of heuristics, source
criticism, interpretation, and historiography. An international historical
approach is also used to analyze how Indonesia and Yugoslavia interacted as
sovereign states and collaborated to build a bilateral relationship that
remained independent of the influence of major geopolitical blocs.
This research finds that
the pattern of Indonesia–Yugoslavia relations began with political solidarity
and gradually evolved into practical cooperation. Politically, Yugoslavia
provided diplomatic and moral support to Indonesia’s anticolonial struggles, particularly
regarding the PRRI/Permesta rebellion and the West Irian dispute. In the
military sphere, the study identifies various forms of cooperation, including
mission exchanges, training programs, the deployment of advisors, and defense
equipment procurement. Economically, the research highlights the dynamics of
bilateral trade, credit arrangements, and industrial projects initiated by
Yugoslavia in Indonesia.
Kata Kunci : Indonesia-Yugoslavia, hubungan bilateral, politik, militer, ekonomi, gerakan non-blok