Hubungan Pengetahuan dengan Persepsi Masyarakat Mengenai Obat Palsu: Survei di Kota Salatiga
Saufa Indah Pratiwi, Dr. apt. Nunung Yuniarti, S.F., M.Si; Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, M. Kes
2026 | Skripsi | FARMASI
Peredaran obat palsu
merupakan masalah kesehatan global yang mengancam mutu, keamanan, dan khasiat
obat serta berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat.
Pengetahuan masyarakat mengenai obat palsu sangat berperan dalam membentuk
persepsi mereka terhadap keberadaan dan bahaya obat palsu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara karakteristik sosiodemografi, pengetahuan dan persepsi masyarakat
mengenai obat palsu di Kota Salatiga.
Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif non eksperimental dengan pendekatan cross-sectional menggunakan kuesioner secara daring. Pengambilan sampel berdasarkan convenience sampling dengan 126 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi. Penyebaran kuesioner dilakukan di wilayah Kota Salatiga melalui media sosial, meliputi Instagram, WA, dan X. Data dianalisis secara deskriptif, uji Chi-square, dan Fisher’s exact test menggunakan software Jamovi 2.6.44. pada tingkat signifikansi 95% (p < 0>
Hasil penelitian
secara deskriptif menunjukkan bahwa 109 responden (86,51%) memiliki pengetahuan
tinggi dan 120 responden (95,20%) memiliki persepsi positif mengenai obat
palsu. Terdapat hubungan
signifikan antara usia (p=0,002), pendidikan terakhir (p=0,001), dan pekerjaan
(p=0,027) dengan pengetahuan masyarakat.
Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,027) dan pendidikan
terakhir (p=0,028) dengan persepsi masyarakat mengenai obat palsu. Secara
keseluruhan, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan persepsi
masyarakat (p=0,003). Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan
berpotensi memperbaiki persepsi masyarakat mengenai obat palsu.
The circulation of
counterfeit medicines is a global health problem that threatens the quality,
safety, and efficacy of drugs, and it has the potential to cause serious
impacts on public health. Public knowledge about counterfeit medicines plays a
crucial role in shaping their perception of the existence and dangers of such
products. This study aims to determine the relationship between
sociodemographic characteristics, knowledge, and public perception regarding
counterfeit medicines in Salatiga City.
This study was a non-experimental quantitative descriptive study with a cross-sectional approach using an online questionnaire. Sampling was conducted using convenience sampling, involving 126 respondents who met the inclusion criteria. The questionnaire was distributed in the Salatiga area through social media platforms, including Instagram, WhatsApp, and X. Data were analyzed descriptively and using the Chi-square test and Fisher’s exact test with Jamovi software version 2.6.44 at a 95% confidence level (p < 0>
The descriptive
results showed that 109 respondents (86.51%) had a high level of knowledge, and
120 respondents (95.20%) had a positive perception regarding counterfeit
medicines. There was a significant relationship between age (p=0.002),
educational level (p=0.001), and occupation (p=0.027) with the level of
knowledge. In addition, there was a significant relationship between age
(p=0.027) and educational level (p=0.028) with public perception of counterfeit
medicines. Overall, there was a significant relationship between knowledge and
perception (p=0.003). These findings indicate that improving public knowledge
has the potential to enhance their perception of counterfeit medicines.
Kata Kunci : obat palsu, pengetahuan, persepsi, masyarakat, sosiodemografi, Salatiga