Peran komoditas padi dalam pertumbuhan ekonomi regional Propinsi Nusa Tenggara Barat di wilayah Nusa Tenggara, 1994-2003
KARIM, Abdullah A, Drs. Wahib Suyitno, M.Agr
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran beberapa komoditas tanaman pangan, khususnya padi dalam pertumbuhan ekonomi Regional Provinsi Nusa Tenggara Barat di Wilayah Nusa Tenggara. Data nilai produksi digunakan utuk mengetahui peran, potensi basis dan keunggulan dari masing-masing komoditas tersebut periode 1994-2003. Penelitian ini menggunakan beberapa model dalam analisis datanya, antara lain analisis Shift – Share, Location Quotient (LQ), Model Rasio Pertumbuhan (MRP) dan analisis Overley. Dalam pelaksanaannya, penelitian membandingkan nilai produksi komoditas yang ada di Wilayah Nusa Tenggara Barat dengan nilai produksi yang ada di Wilayah Nusa Tenggara secara keseluruhan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) komoditas padi di Nusa Tenggara Barat menunjukkan kinerja yang sangat baik selama periode penelitian 1994 -2003. Kinerja tersebut ditunjukkan oleh nilai yang positif pada komponen efek pertumbuhan regional dan efek keunggulan kompetitif; (2) berdasarkan hasil analisis LQ, maka komoditas padi termasuk komoditas basis. Artinya, bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat lebih spesialisasi pada komoditas padi dibandingkan provinsi lainnya di Wilayah Nusa Tenggara, Nusa Tenggara Barat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan padi bagi masyarkat dalam daerah saja akan tetapi juga mampu memenuhi permintaan dari luar daerah; (3) komoditas padi dapat dijadikan sebagai komoditas andalan dalam perencanaan pembangunan ekonomi regional di Nusa Tenggara Barat. Karena padi mempunyai kontribusi dan pertumbuhan yang tinggi dalam perekonomian regional Nusa Tenggara Barat. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu lumbung padi bagi kawasan timur Indonesia.
This research aims to identify the role of the several foodstuff plant commodities in Nusa Tenggara Barat, in particular the rice commodity to the regional economical growth in Nusa Tenggara Barat to measure the performance, the base potential, and the superiority of the each of those commodities in time period 1994-2003. The research uses several models ini analyzing the data. There are the shift share analysis, location quotient (LQ), the growth ratio model (MRP), and overlay analysis. In the research compares production value of the commodities in Nusa Tenggara Barat to the production value in Nusa Tenggara in a whole. The research showed thad (1) the rise commodity in Nusa Tenggara Barat indicates that it is the very good performance in research period 1994-2003. The performance is indicated by the positive value on the components of regional growth effect and competitive advantage effect; (2) on basis of the LQ analysis, the rice commodity is included the commodity base. It means that the Nusa Tenggara Barat province tend to be more special on the rice commodity than the other province in Nusa Tenggara, and the Nusa Tenggara Barat can not only be capable to meet the need of rice in inside area merely, but also to meet the demand from outside of area; (3) the rice commodity can the superior commodity in regional economical developmental plan in Nusa Tenggara Barat because the rice has the high contribution and the high growth in regional economic in Nusa Tenggara Barat . It is in conformity with the central governmental policy that establishes the Nusa Tenggara Barat as one the rice reserve for the Indonesia east area.
Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi,Komoditas Padi