Laporkan Masalah

Alokasi APBD untuk pembiayaan sektor pendidikan di kota Yogyakarta

Irma Dewi Anggraini, Drs. Sujali, M.S.

2008 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kebijakan otonomi daerah di Indonesia membawa implikasi pada sistem pemerintahan. Pemerintah daerah harus dapat mengatur keperluaan rumah tangganya sendiri termasuk didalamnya keperluan pembiayaan sektor pendidikan. Pendidikan mempunyai efek positif terhadap pembangunan nasional, karena masyarakat yang terdidik akan memberikan kontribusi dalam mempercepat pembangunan serta menciptakan pembangunan berkelanjutan Penelitiaan yang diberi judul "Alokasi APBD untuk Pembiayaan Pendidikan di Kota Yogyakarta" merupakan penelitian deksriptif yang bertujuan untuk mengetahui dinamika pembiayaan sektor pendidikan selama kurun waktu 2002-2006, dan untuk mengetahui pemanfaatan alokasi pembiayaan sektor pendidikan di Kota Yogyakarta. Peneliti juga mengamati distribusi bantuan penyelenggaraan pendidikan di tingkat sekolah menurut kecamatan serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi besaran distribusi. Hasil evaluasi APBD Kota Yogyakarta tahun 2002-2006 menunjukan adanya penurunan persentase yang dialokasikan untuk pembiayaan sektor pendidikan. APBD yang dialokasikan untuk sektor pendidikan dalam pemanfaatannya masih didominasi untuk membayar gaji tenaga pendidik, hanya sebagian kecil dana yang digunakan untuk membantu operasionalisasi sekolah negeri yang diberikan dalam bentuk Bantuan Biaya Operasional Sekolah Negeri (BBOSN). Pendistribusian BBOSN ke tingkat kecamatan sangat bervariasi, Kecamatan Jetis adalah kecamatan yang menerima BBOSN terbesar sedangkan kecamatan yang menerima BBOSN terkecil adalah Kecamatan Ngampilan. Distribusi BBOSN ke tingkat kecamatan berhubungan dengan jumlah sekolah dan jumlah murid menurut jenjang pendidikan, serta berhubungan dengan tingkat kesejahteraan keluarga di masing-masing kecamatan.

Indonesian decentralization policy brings some implication on government system. Local government must capable to arrange their internal need, includes financing education. Education gives positive effect to country development because a better educated population will contribute to faster and more sustainable development. This research titled "allocation APBD for financing education in Yogyakarta city" is a descriptive study to find out financing education dynamic during the year 2002 till 2006, and budget allocation in Yogyakarta city. The researcher also examined the distribution of operational state school donation which organized by regions and to find associated factors. The result from evaluating APBD Yogyakarta city during 2002-2006 shows the reduction allocation education financing. The utilizing education financing was dominated for the teacher fees, only small number that using for operational state schools donation (BBOSN). The distribution BBOSN to district region in Yogyakarta city is variation among the districts. The distribution BBOSN correlated with the number and level of school, the number of pupil and also the number of poor families.

Kata Kunci : Pembangunan, Alokasi, Pembiayaan, Pendidikan,development, allocation, financing, education

  1. S1-2008-161149-Abstract.pdf  
  2. S1-2008-161149-Bibliography.pdf  
  3. S1-2008-161149-TableofContent.pdf  
  4. S1-2008-161149-Title.pdf