Studi komparatif kualitas lingkungan permukiman antara daerah dataran dan perbukitan (Studi kasus desa Pleret, desa Tayuban dan desa Kalirejo kabupaten Kulonprogo propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
Inayah Hidayati, Prof. Dr. Hadi Sabari Yunus, M.A. DRS.; Dr. Eko Haryono, M.Si.
2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini mengambil tiga desa di Kabupaten Kulon Progo yang memiliki fisiografi yang berbeda yaitu Desa Kalirejo sebagai daerah perbukitan dan Desa Tayuban serta Desa Pleret sebagai daerah dataran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) perbedaan antara kualitas lingkungan permukiman di dataran dengan perbukitan yang dipengaruhi oleh kondisi fisik dan sosial ekonomi, untuk mengetahui (2) faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas lingkungan permukiman, serta untuk mengetahui (3) hubungan antara variabel fisik dan sosial ekonomi dengan kualitas lingkungan permukiman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei, yaitu metode yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Responden yang dipilih untuk dijadikan kasus adalah kepala keluarga yang memiliki rumah dan berdomisili di daerah penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan tabel frekuensi, tabel silang, uji statistik Anova, Regresi Berganda, dan Korelasi Product Moment Pearson serta didukung analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan secara nyata kualitas lingkungan permukiman antara daerah dataran dengan daerah perbukitan. Lingkungan permukiman di daerah dataran memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan lingkungan permukiman di daerah perbukitan. (2) Faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas lingkungan permukiman adalah faktor kemiringan lereng. Hal ini berarti lingkungan permukiman yang berlereng datar hingga landai (daerah dataran) mempunyai kualitas lingkungan permukiman yang lebih baik daripada lingkungan permukiman yang berlereng terjal (daerah perbukitan). (3) Terdapat hubungan yang nyata antara kualitas lingkungan permukiman dengan kemiringan lereng, kedalaman muka air tanah dan pendapatan rumah tangga
The research took three villages in Kulon Progo Regency which have different physiography, Kalirejo Village as hilly areas, whereas Tayuban and Pleret Village as plains. The research aims at identifying (1) the difference between the quality of settlement environment in plain and hilly areas in regard to the influence of physical and socio economy characteristics. (2) discovering the most influential factor on the quality of settlement environment, as wall as at identifying, (3) the correlation of the physical and social economic variable with the quality of settlement environment. The research employs survey method, which take sample from a population and apply questionnaire as a primary mean of collecting the data. The respondent taken in case study are the head of a family who own houses and live in the area of the research. The analysis technique employed in the research is quantitative analysis by means of frequency table, cross table, anova test statistic, multiple regression, Product Moment Pearson correlation and supported by qualitative analysis. The research results show that (1) there are significant differences on the quality of settlement environment between plain and hilly areas. Settlement environment in plain areas own better qualities compared to that in hilly areas. (2) The most influential factor on the quality of settlement environment is the slope factor. It means that settlement environment which has flat or slight slope (plain areas) owns better quality of settlement environment than the settlement environment which own steep slope (hilly areas). (3) There are significant correlations between the slope, groundwater level, and the level of family income with the quality of settlement environment.
Kata Kunci : Kualitas, Lingkungan Permukiman, dataran, perbukitan,quality, settlement environment, plain, hills