Hubungan Pengetahuan dengan Persepsi Masyarakat mengenai Obat Palsu: Survei di Kabupaten Kebumen
Tania Clara Jasmine, Dr. apt. Nunung Yuniarti, S.F., M. Si. ; Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, M.Kes.
2026 | Skripsi | FARMASI
Peredaran obat palsu masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dan berpotensi menimbulkan risiko serius bagi masyarakat. Tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat palsu merupakan faktor penting yang berperan dalam membentuk sikap dan kewaspadaan masyarakat terhadap penggunaan obat. Rendahnya pengetahuan dan persepsi tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap penggunaan obat yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan pekerjaan) dengan tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terkait obat palsu.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional pada masyarakat Kabupaten Kebumen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah karakteristik sosiodemografi, sedangkan variabel dependen meliputi tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat mengenai obat palsu. Responden dipilih menggunakan metode convenience sampling sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden, pengetahuan, dan persepsi, serta uji Chi-Square atau Fisher’s Exact Test untuk menganalisis hubungan antarvariabel dengan taraf kepercayaan 95% (p<0>
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (87,9%) dan persepsi positif (96,8%) mengenai obat palsu. Terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,014) dan pendidikan terakhir (p=0,007) dengan tingkat pengetahuan, serta antara usia (p=0,019) dan pendidikan terakhir (p=0,049) dengan persepsi masyarakat mengenai obat palsu. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan persepsi (p=0,005) yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, semakin positif persepsinya terhadap obat palsu.
Counterfeit medicines remain a public health problem in Indonesia and pose serious risks to the community. The level of public knowledge and perception regarding counterfeit medicines is an important factor in shaping attitudes and awareness toward medicine use. Low levels of knowledge and perception may increase the risk of unsafe medicine use. This study aimed to analyze the relationship between sociodemographic characteristics (age, sex, last educational level, and occupation) and the level of public knowledge and perception regarding counterfeit medicines.
This study employed a descriptive observational quantitative design with a cross-sectional approach conducted among residents of Kebumen Regency. The independent variables in this study were sociodemographic characteristics, while the dependent variables included the level of knowledge and public perception regarding counterfeit medicines. Respondents were selected using a convenience sampling method based on predefined inclusion criteria. Data were collected through an online questionnaire administered via Google Forms. Data analysis was performed using descriptive statistics to describe respondents’ characteristics, knowledge, and perceptions, and Chi-square or Fisher’s Exact Test was used to analyze the relationships between variables with a 95% confidence level (p < 0>
The results showed that the majority of respondents had a high level of knowledge (87.9%) and a positive perception (96.8%) regarding counterfeit medicines. Significant associations were found between age (p = 0.014) and last educational level (p = 0.007) with the level of knowledge, as well as between age (p = 0.019) and last educational level (p = 0.049) with public perception regarding counterfeit medicines. In addition, a significant association was observed between knowledge and perception (p = 0.005), indicating that higher levels of knowledge are associated with more positive perceptions toward counterfeit medicines.
Kata Kunci : obat palsu, pengetahuan, persepsi, sosiodemografi, Kebumen