Estimasi potensi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah di Kabupaten Bangka
ALAMSYAH, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanDalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya yang bersumber dari pajak daerah dan retribusi daerah di Kabupaten Bangka terdapat 9 jenis pajak daerah dan 25 jenis retribusi daerah. Namun dari sejumlah jenis pungutan pajak dan retribusi daerah tersebut ternyata belum mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap jumlah penerimaan daerah secara keseluruhan, bahkan kontribusi rata-rata pendapatan asli daerah hanya mampu memberikan kontribusi rata-rata sebesar 8,63%. Salah satu penyebab rendahnya kontribusi PAD terhadap penerimaan daerah adalah rendahnya realisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah sebagai akibat dari kurangnya perhatian pemerintah daerah di dalam pengelolaan administrasi penerimaan terutama menyangkut penentuan jenis penerimaan yang potensial dan target penerimaan sebagai salah upaya di dalam mengurangi kebocoran dan mengoptimalkan penerimaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pertumbuhan dan kontribusi penerimaan setiap jenis pajak daerah dan retribusi daerah terhadap jumlah penerimaan pajak dan retribusi daerah serta terhadap penerimaan PAD. Hasil evaluasi tingkat pertumbuhan dan kontribusi tersebut dijadikan sebagai dasar mengidentifikasikan jenis pajak dan retribusi daerah kedalam klasifikasi prima, potensial, berkembang, dan terbelakang yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan yang menyangkut peningkatan penerimaan daerah. Pada akhir hasil penelitian ini dilakukan pengkajian tentang potensi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah dengan tujuan diharapkan hasil perhitungan tersebut dapat memberikan masukan kepada pemerintah daerah didalam proses penetapan target penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah di masa-masa mendatang. Dalam melakukan identifikasi terhadap penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah di Kabupaten Bangka alat analisis yang digunakan terdiri dari analisis tingkat pertumbuhan dan kontribusi penerimaan, analisis Overlay melalui matrik klasifikasi jenis pajak dan retribusi daerah, analisis potensi penerimaan berdasarkan Perda Kabupaten Bangka. Berdasarkan hasil analisis terhadap penerimaan daerah Kabupaten Bangka pada periode penelitian tahun anggaran 1999/2000 sampai dengan tahun anggaran 2003 menunjukkan, bahwa realisasi penerimaan PAD tertinggi terjadi pada tahun 2002 dengan realisai penerimaan sebesar Rp43.131.747.000,00 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 45,27%. Jenis pajak daerah yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penerimaan PAD adalah bersumber dari pajak bahan galian golongan C dengan kontribusi rata-rata sebesar 18,29% dan realisasi penerimaan tertinggi terjadi ditahun 2001 sebesar Rp3.837.614.000,00, sedangkan jenis retribusi daerah yang memberikan kontribusi terbesar terhadap jumlah penerimaan retribusi dan terhadap PAD adalah retribusi yang berasal dari pelayananan kesehatan dengan realisasi penerimaan terbesar terjadi pada tahun 2003 sebesar Rp1.854.058.000,00. Dari hasil identifikasi terhadap jenis pajak daerah dan retribusi daerah, bahwa pajak daerah yang diklasifikasikan sebagai pajak potensial adalah pajak pertambangan umum dan pajak bahan galian golongan C, sedangkan retribusi daerah yang potensial terdiri dari retribusi pasar grosir/pertokoan, retribusi izin mendirikan bangunan, retribusi barang strategis, retribusi pelayanan kesehatan dan retribusi pasar. Ditinjau dari potensi penerimaan berdasarkan hasil perhitungan, bahwa potensi penerimaan pajak bahan galian golongan C pada tahun 2003 adalah sebesar Rp3.593.964.347,50 sementara target yang ditetapkan Pemda Kabupaten Bangka hanya 76,52%, sedangkan dilihat dari realisasi penerimaannya terdapat 7,35% potensi penerimaan yang tidak terealisir ditahun 2003. Potensi penerimaan retribusi pasar grosir/pertokoan adalah sebesar Rp336.810.000,00 atau target yang ditetapkan hanya 92% dari potensi dan terdapat 8% potensi penerimaan yang tidak terealisir.
In efforts increases Region Original Income (PAD) especially based on from region tax (Pajak Daerah) and region charges (Retribusi Daerah) in Bangka Regency found 9 region tax kinds and 25 region charges kinds. However, from amount of region tax and region charges obvious not yet can give a lot of contribution towards total revenue region, even Region Original Income (PAD) only can give contribution average amount 8.63 %. One thing causes the low PAD contribution towards revenue region is the low realizations revenue region tax and region charges as consequence from less government attention in managing administration revenue especially relation with potential revenue and targets revenue as efforts in decrease from less and optimized revenue. This research aim to evaluate the level growth and contribution revenue every region tax and region charges towards total revenue tax and region charges towards revenue PAD. The result of level growth and contribution made as base identification for tax and region charges in classification of prima, potential, growth, and low can be used as refers to decision making policy what relation with growth of revenue region. The results of this research is used for study about potency and calculation estimation revenue region tax and region charges with aim can be expected calculation result can give input to region government in process to make decision the revenue target of region tax and region charges for next time. For make the estimation towards revenue region tax and region charges at Regency Bangka, analysis tool used consist from level analysis growth and contribution revenue, analysis overlay pass matrix classification tax kind and region charges, analysis potency revenue based on PERDA of Regency Bangka. Based on result analysis towards revenue Regency region Bangka in research period in year 1999/2000 until 2003 showed that realization revenue PAD highest happen in year 2002 with realization revenue amount of Rp43,131,747,000.00 with level growth average 45.27%. Region tax kind give highest contribution toward revenue PAD is from Mineral tax class C (Pajak Bahan Galian Golongan C) with contribution average amount of 18.29% and realization revenue highest happen in year 2001 amount of Rp3,837,614,000.00, while region charges kind is giving highest contribution towards total revenue charges and towards PAD is charging come from health services with realization highest revenue happen in year 2003 amount of Rp1,854,055,000.00. From identification result towards region tax kind and region charges that region tax is classified as potential tax is General mining tax (Pajak Pertambangan Umum) and Mineral tax class C (Pajak Bahan Galian Golongan C ), while potential region charging consist Market wholesaler/retail charges (Retribusi Pasar Grosir/Pertokoan), Establish building charges (Retribusi Izin Mendirikan Bangunan), Strategic goods charges (Retribusi Barang Strategis), Health services charges (Retribusi Pelayanan Kesehatan) and Market charges (Retribusi Pasar). Refer to potency revenue based on calculation, that potency revenue for Mineral tax class C (Pajak Bahan Galian Golongan C) in year 2003 amount of Rp3,593,964,347.50 and target decided PEMDA Bangka Regency only 76.52%, and from realization revenue found 7,35% revenue potency were not realized in 2003. Potency Market wholesaler/retail charges (Retribusi Pasar Grosir/Pertokoan) amount Rp336,810,000.00 or target decided only 92% and 8% revenue potency ware not realized in 2003.
Kata Kunci : Pajak Daerah,Retribusi Daerah