Kadar Kalsium dalam Saliva pada Anak Stunting dengan Karies dan Anak Tidak Stunting Bebas Karies di Kabupaten Bantul
Sahrinandya Khanza Paramesti, drg. Trianna Wahyu Utami, MD.Sc., Ph.D.
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI
Karies dan stunting merupakan dua masalah kesehatan yang paling sering terjadi pada anak-anak. Kedua hal tersebut berkaitan satu sama lain melalui perubahan komposisi saliva, seperti kadar kalsium. Kalsium dalam saliva memiliki peran penting dalam proses demineralisasi dan remineralisasi jaringan keras gigi. Apabila kadar kalsium saliva rendah, risiko terjadinya karies akan meningkat, terutama pada anak dengan kondisi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar kalsium saliva pada anak stunting dengan karies dan anak tidak stunting bebas karies di Kabupaten Bantul.
Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan dengan menggunakan 6 subjek berusia 3–5 tahun yang terdiri dari 3 anak stunting dengan karies dan 3 anak tidak stunting bebas karies. Pengambilan saliva dilakukan pada pukul 09.00–11.00 WIB dengan cara meludahkan saliva spontan tanpa stimulasi sebanyak 2 ml. Subjek diminta untuk tidak mengonsumsi apapun selama satu jam sebelum pengambilan sampel untuk menghindari kontaminasi makanan. Pengukuran kadar kalsium saliva dilakukan menggunakan uji Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS).
Hasil penelitian menunjukkan kadar kalsium saliva anak stunting dengan karies lebih rendah dibandingkan anak tidak stunting bebas karies, yaitu 17,359±11,986 dan 57,261±16,039. Hasil uji Shapiro-Wilk menyatakan data terdistribusi normal. Uji Levene menyatakan variansi data yang homogen. Uji T-Test Independent menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok subjek. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan signifikan antara kadar kalsium saliva anak stunting dengan karies dan anak tidak stunting bebas karies di Kabupaten Bantul.
Kata Kunci : stunting, karies, kadar kalsium saliva