Beyond the Romance of Voluntary Mobility: Lived Experience of International Students at Albert-Ludwigs-Universität Freiburg
Salsabila Aufa Nariswari, Dr. Realisa Darathea Masardi, S.Ant., M.A.
2026 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA
Tulisan ini menelusuri aspirasi dan pengalaman hidup
mahasiswa Asia yang menempuh studi di Albert-Ludwigs-Universität Freiburg dalam
konteks mobilitas mahasiswa internasional yang lebih luas. Melalui wawancara
etnografis dan analisis tematik, penelitian ini mengkaji bagaimana para
mahasiswa membayangkan kehidupan yang dianggap lebih “baik” melalui aspirasi
akan peningkatan performa akademik dan reorientasi diri, serta bagaimana
aspirasi tersebut dinegosiasikan dalam pengalaman keseharian selama masa studi.
Berangkat dari teori Carling yang membedakan antara aspirasi dan kemampuan
untuk merealisasikannya, studi ini menunjukkan bahwa keinginan untuk bermigrasi
sering kali terbentuk sebelum kondisi institusional, sosial, dan material yang
kemudian memungkinkan atau membatasi mobilitas mahasiswa.
Temuan penelitian memperlihatkan bagaimana inklusi institusional, akses yang terdistribusi berdasarkan kelas sosial, resiliensi emosional, serta pengalaman alienasi yang dialami subjek membentuk orientasi migrasi para mahasiswa. Alih-alih memandang aspirasi sebagai tujuan yang tetap atau sepenuhnya bersifat individual, tulisan ini menekankan bahwa aspirasi bersifat dinamis dan terus berubah seiring dijalaninya proses migrasi. Dengan menelusuri dinamika tersebut, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman kritis mengenai migrasi mahasiswa serta bagaimana mobilitas dalam pendidikan tinggi global mereproduksi privilese yang terdistribusi berdasarkan kelas sosial.
This thesis examines the aspirations and lived experiences
of Asian students studying at ALU Freiburg within the broader context of
international student mobility. Drawing on ethnographic interviews and thematic
analysis, the research explores how students imagine “betterness” through
aspirations of academic advancement and internal reorientation, and how these
aspirations are negotiated in practice. Building on Carling’s distinction
between aspiration and ability, the study analyses how students’ desires to
migrate are formed prior to, and often independently from, the institutional,
social, and material circumstances that later enable or constrain
mobility.
The findings show how institutional inclusion, classed access, emotional resilience, and experiences of exclusion shape the viability of students’ migration trajectories. Rather than treating aspiration as a fixed or purely individual goal, the thesis demonstrates how it evolves through lived experience, relational belonging, and uneven power structures. By tracing these dynamics, the thesis contributes to critical understandings of student migration, and the classed production of mobility in global higher education.
Kata Kunci : Asia, Aspiration, Capabilities, International Students, Mobility, Freiburg.