Laporkan Masalah

Stigma Kehamilan di Tempat Kerja: Pengalaman Subjektif Pekerja Hamil dalam Perspektif Fenomenologi di RSUP dr. Sardjito

Adam Vallery Putra Malendra Sibarani, Dr. Noor Siti Rahmani, M.Sc., Psikolog

2026 | Skripsi | PSIKOLOGI

Penelitian ini berfokus pada eksplorasi pengalaman pekerja hamil RSUP dr. Sardjito dalam menjalani peran ganda sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan nasional dengan tuntutan kerja tinggi dan budaya profesionalisme yang kuat, menghadapi pengalaman kerja yang kompleks selama masa kehamilan sekaligus sebagai Ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna pengalaman stigma kehamilan di tempat kerja pada pekerja hamil serta dampaknya terhadap kondisi psikologis dan kinerja para pekerja hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan partisipan perempuan hamil yang bekerja di RSUP dr. Sardjito dan mengalami kehamilan selama masa kerja. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengungkap makna pengalaman stigma kehamilan. Hasil analisis tematik mengungkapkan empat tema utama, yaitu: dinamika hubungan dan tantangan di tempat kerja, pengalaman stigma dan dampak psikologisnya, tantangan kehamilan dan strategi koping, serta harapan terhadap lingkungan kerja yang ideal. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman menghadapi tuntutan fisik dan emosional selama kehamilan, serta interaksi sosial yang mengandung komentar berunsur stigma, dimaknai oleh pekerja hamil sebagai tantangan terhadap profesionalitas dan legitimasi mereka sebagai tenaga kesehatan. Situasi tersebut dipahami sebagai tekanan untuk tetap menunjukkan kinerja optimal, sehingga mendorong pekerja hamil untuk menyeimbangkan beban kerja, mengelola tekanan psikologis, dan menerapkan berbagai strategi koping guna mempertahankan citra profesional. Selain itu, keterbatasan kebijakan formal dan fasilitas institusional dimaknai sebagai kurangnya pengakuan struktural terhadap kehamilan sebagai kondisi kerja yang memerlukan dukungan khusus, sehingga pekerja hamil lebih banyak mengandalkan dukungan interpersonal. Para partisipan menyuarakan harapan akan kebijakan dan sistem kerja yang lebih inklusif, empatik, dan responsif terhadap kebutuhan para pekerja hamil.

This study explores the experiences of pregnant employees at RSUP dr. Sardjito in managing dual roles as healthcare workers within a national referral hospital characterized by high work demands and a strong culture of professionalism, while simultaneously navigating the complex realities of pregnancy and motherhood. The study aims to examine the meaning of pregnancy-related stigma in the workplace and its impact on the psychological well-being and work performance of pregnant employees. Using a qualitative phenomenological approach, the study involved pregnant female employees at RSUP dr. Sardjito who experienced pregnancy during their period of employment. Data were collected through semi-structured in-depth interviews and analyzed using thematic analysis to capture the essence of pregnancy stigma experiences. The analysis revealed four main themes: workplace relationship dynamics and challenges, experiences of stigma and its psychological impact, pregnancy-related challenges and coping strategies, and expectations for an ideal work environment. The findings indicate that physical and emotional demands during pregnancy, along with social interactions containing stigmatizing comments, were perceived by participants as challenges to their professionalism and legitimacy as healthcare workers. These conditions generated pressure to continuously demonstrate optimal performance, prompting participants to balance work demands, manage psychological stress, and employ various coping strategies to maintain a professional image. Furthermore, the limited availability of formal policies and institutional facilities was interpreted as a lack of structural recognition of pregnancy as a work condition requiring specific support, leading pregnant employees to rely more heavily on interpersonal support. Participants expressed strong expectations for workplace policies and systems that are more inclusive, empathetic, and responsive to the needs of pregnant employees.

Kata Kunci : Stigma Kehamilan, Tempat Kerja, Kualitatif, Fenomenologi, Pekerja Hamil, strategi koping

  1. S1-2026-479979-abstract.pdf  
  2. S1-2026-479979-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-479979-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-479979-title.pdf