Laporkan Masalah

English and cosmopolitanism in Bandung's linguistic landscape: evidence from Braga and Cihampelas Streets

Yafia Delferema Purbo, Hasyim Kurniawan S.S., M.App.Ling

2025 | Skripsi | SASTRA INGGRIS

Meskipun sebagian besar dikunjungi oleh wisatawan lokal dan domestik, Jalan Braga dan  Jalan Cihampelas menunjukkan kehadiran kuat bahasa Inggris dalam lanskap linguistiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola bahasa dalam lanskap linguistik di kedua jalan tersebut serta menelusuri bagaimana penggunaan bahasa Inggris pada teks papan nama dan grafiti merepresentasikan kosmopolitanisme di kawasan wisata Bandung. Studi ini menggunakan pendekatan campuran yang menggabungkan metode deskriptif kualitatif dan metode kuantitatif, dengan langkah pertama mengumpulkan data berupa teks papan nama dan graffiti menggunakan Google Street View; kedua, melakukan klasifikasi data berdasarkan penggunaan bahasa, jenis produsen, fungsi, dan jenis tempat usaha; dan terakhir, menganalisis data yang telah diklasifikasi menggunakan kerangka teori Kosmopolitanisme Melissa Curtin (2014), yang membagi kosmopolitanisme menjadi tiga jenis: presumptive, distinctive, dan transgressive. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari 1,141 teks yang dikumpulkan di Jalan Cihampelas dan 359 teks yang dikumpulkan di Jalan Braga, bahasa Inggris muncul sebagai bahasa yang dominan, di samping bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Inggris dalam lanskap linguistik kedua jalan mewujudkan tiga jenis kosmopolitanisme menurut Curtin, yang menekankan peran bahasa Inggris sebagaia alat komunikasi praktis, penanda simbolik untuk branding dan pembentukan citra, serta sarana untuk menunjukkan perlawanan. 

Despite being primarily visited by local and domestic tourists, Braga and Cihampelas Streets display a strong presence of English in their linguistic landscapes. This research aims to examine the patterns of languages ??within the linguistic landscapes of both streets and explore how the use of English in the signboard texts and graffiti depicts cosmopolitanism in Bandung’s tourism landscape. This study uses a mixed approach combining the qualitative descriptive and quantitative methods, by first collecting the data, consisting of signboard texts and graffiti, using Google Street View; second, doing data classification based on language use, type of producers, functions, and type of establishments; lastly, analyzing the classified data using Melissa Curtin’s (2014) Cosmopolitanism framework, which divides cosmopolitanism into three types: presumptive, distinctive, and transgressive. The findings show that among 1,141 texts collected from Cihampelas and 359 texts collected from Braga Street, English appears as the dominant language, alongside Indonesian. The use of English in these streets’ linguistic landscapes embodies the three types of cosmopolitanism by Curtin, emphasizing the role of English as a practical tool of communication, a symbolic marker for branding and image construction, as well as a medium for demonstrating resistance.

Kata Kunci : Bandung, Braga, Cihampelas, Linguistic Landscape, Signboards, English, Cosmopolitanism, Google Street View.

  1. S1-2025-496478-abstract.pdf  
  2. S1-2025-496478-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-496478-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-496478-title.pdf  
  5. S1-2026-496478-abstract.pdf  
  6. S1-2026-496478-bibliography.pdf  
  7. S1-2026-496478-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2026-496478-title.pdf