Laporkan Masalah

UNDERSTANDING THE LIVED EXPERIENCES OF ADOLESCENTS IN REHABILITATION: A PHENOMENOLOGICAL STUDY AT BALAI PERLINDUNGAN DAN REHABILITASI SOSIAL REMAJA YOGYAKARTA

Cleva Liguna, Elga Andriana, S.Psi, M.Ed, Ph.D

2026 | Skripsi | PSIKOLOGI

Kenakalan remaja merupakan permasalahan sosial yang kompleks yang mencakup berbagai bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan oleh anak di bawah umur. Perilaku tersebut meliputi pencurian, penyalahgunaan zat, serta pelanggaran terhadap norma sosial. Dalam menangani permasalahan ini, rehabilitasi sosial menjadi salah satu pendekatan utama untuk mendukung pemulihan dan reintegrasi remaja. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman hidup serta proses pemaknaan remaja yang sedang menjalani program rehabilitasi sosial di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja di Yogyakarta. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data diperoleh melalui wawancara tertulis dan lisan, kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk mengungkap interpretasi subjektif para partisipan. Hasil penelitian menemukan tiga tema utama, yaitu: (1) Faktor Risiko Sosial dan Emosional Sebelum Melakukan Pelanggaran; (2) Rehabilitasi yang Dipersepsikan sebagai Bentuk Hukuman; dan (3) Memiliki Pandangan Positif terhadap Masa Depan. Temuan ini menyoroti faktor sosial, emosional, dan perkembangan yang membentuk pengalaman pemaknaan remaja, serta menekankan pentingnya perancangan program rehabilitasi yang mempertimbangkan faktor-faktor tersebut.

Juvenile delinquency is a complex social issue encompassing various forms of deviant behaviors committed by minors. These behaviors include theft, substance abuse, and violations of social norms. In addressing this problem, social rehabilitation serves as one of the key approaches to support the recovery and reintegration of adolescents. This study explores the lived experiences and meaning-making of adolescents undergoing a social rehabilitation program at Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja in Yogyakarta. Using a qualitative phenomenological approach, data were obtained through written and verbal interviews, and analyzed with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) to uncover the participants’ subjective interpretations. Three key themes were found: (1) Social and Emotional Risk Factors Prior to Offense; (2) Perceiving Rehabilitation as a Form of Punishment; and (3) Holding a Positive Outlook Toward the Future. These findings highlight the social, emotional, and developmental factors shaping adolescents’ meaning making experience and emphasize the need for rehabilitation programs designed with those factors in mind.

Kata Kunci : Juvenile Delinquency, Social Rehabilitation, Lived Experiences

  1. S1-2026-497696-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497696-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497696-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497696-title.pdf