Identifikasi Faktor-Faktor Resiko Dan Penyebab Koma Hipoglikemi Pada Penderita Diabetes Mellitus
Budi Haryanto , dr. P. Wiyono, Ph.D.; dr. Soeharjanto
1994 | Skripsi | S1 KEDOKTERANTelah dilakukan penelitian terhadap penderita diabetes mellitus vang mengalami koma hipoglikemi yang berkunjung ke RSUP DR. Sardjito dalam kurun waktu 6 tahun yaitu dari tahun 1988 sampai dengan tahun 1983. Penelitian bertujuan untuk memberi informasi mengenal permasalahan koma hipoglikemi vyang terjadi pada penderita disbetes mellitus. Data yang diperoleh diambil dari Catatan Medis di RSUP DR. Sardjito dan didapatkan sejumlah 48 penderita diabetes mellitus vang wmengalami koma hipoglikemi. Terhadap sejumlah penderita tersebut dilakukan distribusi kedalam Kkelompok-kelompok menurut jati diri penderita, status diabetes mellitus, faktor resiko hipoglikemi, dan penyebab koma hipoglikemi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan usia 61-70 merupakan penderita koma hipoglikemi terbanyak yaitu sebanyak 21 penderita atau 43,75 % . Penderita laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan perempuan dengan perbandingan hampir 2 : 1 . Jumlah penderita dengan status gizi kurang dan normal ternyata hampir sama yaitu masing-masing sebanyak 21 penderita atau 43,75%, namun demikian sebanyak 15 penderita (31,25 %) yang tergolong status gizi normal ternyata berada pada batas status gizi yang rendah. Hal-hal yang diduga dapat menjadi faktor resiko yang dijumpai pada penderita diabetes mellitus yang mengalami koma hipoglikemi adalah : Usia lanjut (70,83 %) , Status gizi yang rendah (43,75 %), mendapat DM pada usia lanjut (37,50 %), gangguan sistem saraf (25 %), Adanya penyakit endokrin (22,92 %), Penyembuhan dari keadaan stress (12,50 %), dan adanya riwayat koma hipoglikewmi sebelumnya (86,25 %). Satu penderita dapat memiliki lebih dari satu faktor resiko koma, hipoglikemi. Penyebab koma hipoglikemi yang berhasil diidentifikasi adalah : Pemasukan kalori kurang (52,08 %) , Pengeluaran energi berlebihan (18,75 %), Pengeluaran zat makanan berlebihan (12,50%), Kesalahan pengobatan (4,17 %), dan reaksi hipoglikemi (86,25 %). Hasil wuji korelasi antara status gizi penderita dengan tingginya kadar gula darah koma ternyata tidak bermakna secara statistik dengan nilai r = 0,1684. Sedangkan korelasi antara tingginya kadar gula darah puasa dengan kadar gula darah kome juga menunjukkan hubungan yang tidak bermakna dengan r = 0,201.
Kata Kunci : Hipoglikemi, diabetes melitus