Laporkan Masalah

Persepsi petani terhadap program pengembangan desa mandiri energi berbasis jarak pagar (Jatropha Curcas,L) di desa Katekan dan desa Kalangdosari Kabupaten Grobogan

Miftah Abdurrohman, Dr. Muhammad Baiquni, M.A.

2007 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Gagasan pokok dari Desa Mandiri Energi (DME) berbasis Jarak sebanyak mungkin partisipasi dari banyak pihak, terutama rakyat, dalam memproduksi BBM. Intinya, konsep DME adalah mengedepankan subyek prioritas pembangunan, yakni kalangan yang selama ini dianggap dimarginalkan seperti orang miskin, orang desa, orang-orang di daerah terpencil dan terisolir, mereka yang tinggal dipulau terpencil ataupun kalangan yang tidak dekat dengan birokrat atau penguasa. Salah satu cara adalah dengan mengkaji pengetahuan dan persepsi masyarakat yang sedang berkembang di dalam masyarakat tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman persepsi petani jarak pagar dalam menanggapi Program DME berbasis Jarak Pagar dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi tersebut dan untuk mengetahui implikasi kebijakannya. Penelitian ini dilakukan di Desa Katekan Kecamatan Brati dan di Desa Kalangdosari Kecamatan Ngaringan, dua daerah tersebut masih termasuk dalam wilayah Kabupaten Grobogan. Sampel yang diambil sejumlah 63 KK. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan membuat perhitungan terhadap skor persepsi responden, analisis komparatif dengan membandingkan skor persepsi responden di dua daerah berbeda, dan analisis asosiatif dengan menghubungkan skor persepsi dengan faktor sosio demografi responden. Persepsi Petani terhdap Program DME berbasis jarak pagar di Desa Katekan dan di Desa Kalangdosari berbeda secara signifikan. Dapat ditunjukkan dari tingkat persentase penerimaan Petani Desa katekan 93% dan Petani Desa Kalangdosari 92%. Persepsi Petani di Desa Katekan terhadap Program Desa Mandiri Energi Berbasis Jarak Pagar berhubungan secara signifikan dengan kualitas pengetahuan, Intensitas atau frekuensi dalam mengikuti penyuluhan dan luas kepemilikan lahan, sedangkan Persepsi Petani di Desa Kalangdosari terhadap Program Desa Mandiri Energi Berbasis Jarak Pagar berhubungan secara signifikan dengan kualitas pengetahuan dan Intensitas atau frekuensi dalam mengikuti penyuluhan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat akan berbeda-beda tergantung pada kondisi fisik lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya setempat.

Fundamental idea from Energy-Self Sufficiency Village based on jatropha curcas is to involve as many as possible participation from many parties, especially people, in producing fuel. Mainly, the DME concept is to place forward development priority subject, namely circle which assumed marginal during these times like pauper, villager, people in purilieus and isolated, they who live in remote island or even circles which not closed to powers or bureaucrats. One of way is with studying public perception being growing in the public. The aims of the research are to know in the heterogenity of jatropha curcas farmer perception in perceiving DME base on jatropha curcas program, related factor to those perceptions and it's decision implicated. This research done in Katekan Village Brati district and in Kalangdosari Village Ngaringan District, these two area still included in Grobogan Regency. Sample taken in a number of 63 KK. The technique of analysis employed are descriptive analysis by making calculation to responder perception score, comparability analysis by comparing respondent perception score in two different area, and associative analysis by connecting perception score with respondent socio- demography factor. Farmer perception towards DME based on jatropha curcas program in Katekan Village and Kalangdosari village found to be significantly different, It can be indicated from accepted percent Katekan Farmer in perceiving DME base on jatropha curcas program is 93% and Kalangdosari farmer is 93%. Farmer perception in Katekan Village towards Energy-self sufficiency village based on jatropha curcas program correlated significantly with knowledge quality. Frequency or intensity in following counselling and wide ownership of farm, while Farmer perception in Kalangdosari Village to Energy-self sufficiency village based on jatropha curcas program correlated significantly with knowledge quality and Intensity or frequency in following counselling. From this research, it can be concluded that public perception will be difference depends on physical environment, social, economy, and local culture condition.

Kata Kunci : Persepsi, Pembangunan, Program DME, Jarak Pagar,perception, development, Energy-self sufficiency village base on jatropha curcas program

  1. S1-2007-168580-Abstract.pdf  
  2. S1-2007-168580-TableofContent.pdf  
  3. S1-2007-168580-Title.pdf