Analisis komparatif pendapatan petani Salak Pondoh dan petani Padi (Studi komparatif desa Kamongan dan desa polengan kecamatan Srumbung kabupaten Magelang)
Fata Satriya Budi K., Sudrajat, S.Si., M.P.; Rika Harini, S.Si., M.P.
2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPerkembangan sosial ekonomi petani yang menanam salak pondoh dapat lebih maju, berbeda dengan petani yang turun temurun hanya menanam padi. Sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan 1) Mengetahui perbandingan pendapatan kotor dan bersih petani salak pondoh dan padi 2) Mengetahui faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan petani, dan 3) Menganalisis nilai biaya dan manfaat tanaman salak pondoh dan padi. Metode dalam penelitian adalah metode survei, dengan mengambil kasus di Desa Kamongan dan Desa Polengan, Kecamatan Sumbung, Kabupaten Magelang. Untuk menguji hipotesis digunakan tabel silang, tabel frekuensi, dan analisis regresi ganda. Dalam pemilihan responden digunakan metode stratified sampling. Petani dibagi menjadi tiga kelas kepemilikan lahan dan diambil 30 responden setiap desa. Hasil penelitian menunjukkan kalau perawatan salak pondoh lebih rumit dibandingkan padi. Dengan jumlah produksi dan harga rerata yang tinggi, maka pendapatan yang diperoleh jumlahnya semakin tinggi. Pendapatan kotor petani salak pondoh dengan padi berjumlah 42.757.770 dan 6.209.367 atau berbanding 6,891, dan pendapatan bersihnya berjumlah 40.934.970 dan 3.942.020 atau berbanding 10,39:1. Faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan bersih petani salak pondoh dan padi yaitu luas lahan, dengan koefisien determinasi untuk faktor salak pondoh sebesar 0,967 dan padi sebesar 0,895. Perkembangan sosial ekonomi desa Kamongan lebih maju dibandingkan desa Polengan. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan pendidikan yang lebih tinggi di Desa Kamongan, pekerjaan diluar pertanian tidak banyak dilakukan oleh petani salak pondoh, pembangunan sarana prasarana umum lebih pesat dan kegiatan kemasyarakatan yang lebih baik. Tentu saja hal ini terjadi karena nilai keuntungan salak pondoh dan padi berbanding 10,32: 1.
By planting salak pondoh the development of farmer's social economy more develop. It is different when they cultivate rice only. The aim of this research is 1) to find out the comparison of farmer's gross income and net income 2) to find out the production factor which influence farmer's income 3) to analyze the cost and benefit value of salak pondoh and rice. The method is survey method, with comparative case study in Kamongan village and Polengan village, Srumbung district, Magelang regency. Cross table, frequency table and multiple regression analysis are used to examine a hipothesis, Sampling stratified method is used to choosed the responden. Farmer is devided into three classes of land ownership and took 30 respondent in every village. The research result is the treatment of salak pondoh is more complicated than rice, but by bigger production and higher everage cost farmer's income will increase. The comparison of gross income of salak pondoh and rice farmer's is 42.757.770 and 6.209.367 or 6,89:1, and the comparison of net income is 40.934.970 and 3.942.020 or 10,39:1. Most factor which influence salak pondoh and rice is wide of area, with determination coefficient of salak pondoh factor's is 0,967 and rice is 0,895. The development of social economy Kamongan village is more develop than Polengan village. It can be seen from education in Kamongan village more develop, salak pondok farmer rarely work in non agriculcultur field, the development of public service grows faster and better sociological activity. Its caused by the comparison of benefit value of salak pondoh and rice is 10,32:1.
Kata Kunci : Analisis Komparatif, Pendapatan, Nilai Keuntungan,Comparative Analysis, Income, Benefit Value